Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

JK Tanggapi Janji Prabowo Berikan Pensiunan untuk Koruptor

Selasa 09 Apr 2019 14:00 WIB

Rep: Fauziah Mursid / Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/4).

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/4).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
JK meragukan pernyataan Prabowo tersebut sebagai pernyataan serius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla merespons pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang akan memberikan pensiunan kepada koruptor. JK meragukan pernyataan Prabowo tersebut sebagai pernyataan serius.

Baca Juga

"Saya kira bergurau itu," ujar JK saat diwawancarai wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (9/4).

JK mengungkap alasannya ragu atas pernyataan Prabowo tersebut. Ia mengatakan tidak akan mudah untuk memberikan pensiunan kepada mantan koruptor.

"Karena mana, orang-orang yang baik-baik saja tidak dikasih pensiunan. Saya kira Pak Prabowo bergurau aja," ujar JK.

Dalam pidato politiknya pada kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (7/4), Prabowo sempat mengatakan akan meminta para koruptor bertobat dan mengembalikan uang negara. Koruptor juga akan diberi dana pensiun.

"Kami akan panggil koruptor-koruptor itu, kami akan minta mereka taubat dan sadar kembalikan lah uang-uang yang kau (koruptor) curi, ya, boleh kita sisikan sedikitlah, boleh nggak? Ya untuk dia pensiun, berapa, kita tinggalin berapa," ujar Prabowo saat itu.

Pernyataan Prabowo tersebut pun menuai polemik dari sejumlah pihak, mulai dari masyarakat, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menegaskan tak ada kata kompromi terhadap para koruptor.

"Saya katakan kalau korupsi harus zero toleran. Zero toleran itu artinya tidak ada kompromi dengan koruptor karena dia extra ordinary crime," tegas Saut di Gedung KPK Jakarta, Senin (8/4).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA