Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Tujuh Pengeroyok Suporter Persija Dituntut 11 Tahun Penjara

Selasa 09 Apr 2019 18:15 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Esthi Maharani

Seorang tersangka memperagakan tindakannya saat rekonstruksi pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum bobotoh terhadap seorang suporter Persija, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/9).

Seorang tersangka memperagakan tindakannya saat rekonstruksi pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum bobotoh terhadap seorang suporter Persija, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/9).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Mereka terbukti menganiaya korban Haringga Sirla hingga meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Setelah sempat tertunda beberapa kali, sidang perkara penganiayaan suporter Persija Jakarta dengan agenda tuntutan akhirnya digelar Selasa (9/4) di Pengadilan Negeri Bandung. Tujuh terdakwa dituntut dengan lama hukuman 7-11 tahun penjara. Mereka terbukti menganiaya korban Haringga Sirla hingga meninggal dunia.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung, Melur Kimaharandika, ke tujuh terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan hingga meninggal dunia.

"Para terdakwa terbukti bersalah bersama-sama melaukan  kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan kematian," kata jaksa dalam amar tuntutannya.

Saat jaksa membacakan tuntutannya, ketujuh terdakwa yang mengenakan baju warna putih dengan rompi warna merah lebih banyak menundukkan kepalanya. Jaksa menuntut JS tujuh tahun, Cep delapan tahun, GA sembilan tahun, DS 10 tahun, AA 11 tahun, Al dan Cep masing-masing 11,5 tahun.

Sebagaimana diketahui, tujuh terdakwa diseret ke pengadilan lantaran menganiaya Haringa Sirla hingga tewas di area parkir Stadion GBLA saat laga Persib-Persija. Laga kedua kesebalasan yang selalu menyedot perhatian para pendukungnya ini berlangsung Ahad 23 September 2018.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA