Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Tanggapi Kasus AY, Presiden Minta Orang Tua Awasi Anak

Rabu 10 Apr 2019 21:17 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

Empat dari 12 siswi SMU yang diduga menjadi pelaku dan saksi dalam kasus penganiayaan siswi SMP berinisial AU (14) berdiskusi dengan kerabat di sela jumpa pers yang digelar di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019).

Empat dari 12 siswi SMU yang diduga menjadi pelaku dan saksi dalam kasus penganiayaan siswi SMP berinisial AU (14) berdiskusi dengan kerabat di sela jumpa pers yang digelar di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019).

Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Jokowi menilai penegakan pendidikan karakter lebih penting dari perubahan regulasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para orang tua untuk menegakkan pendidikan karakter di lingkungan rumah. Menanggapi kasus penganiayaan terhadap AY (14 tahun), seorang siswi SMP di Pontianak, Presiden memandang bahwa terpenting adalah peneguhan budaya, nilai moral, agama, dan etika agar tak terjadi hal-hal serupa.

"Terpenting, budaya kita, etika-etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita, semuanya tidak memperbolehkan hal tersebut. Jelas sekali kok," kata Jokowi di Tennis Indoor Senayan, Rabu (10/4).

Bahkan Presiden melihat bahwa penegakan pendidikan karakter tersebut lebih penting ketimbang perubahan regulasi yang mengatur tentang perlindungan anak. Jokowi juga meminta kepolisian secara tegas dan bijaksana menangani kasus penganiayaan yang menimpa AY oleh 12 siswi SMA di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Presiden juga meminta penanganan hukum dijalankan secara bijaksana mengingat pelaku pun ada yang di bawah umur.

"Saya sudah perintahkan kapolri untuk tegas menangani ini sesuai dengan prosedur hukum. Tegas. Sudah," kata Jokowi.

Jokowi memandang kasus penganiayaan yang berlatar urusan asmara itu sebagai buntut dari perubahan pola interaksi sosial antarmasyarakat melalui media sosial. Selain menyampaikan rasa sedih atas kejadian ini, Jokowi juga meminta masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak.

"Ini ada masa transisi yang kita harus hati-hati. Terutama awasi betul anak-anak kita. Jangan sampai terjebak pada pola interaksi sosial yang sudah berubah, tetapi kita belum siap," jelas Jokowi.

Menurut Presiden, kejadian di Pontianak yang menimpa AY perlu dilihat sebagai imbas dari perubahan interaksi sosial yang mulai bergeser ke serba digital. Ia mengajak para orang tua untuk merespons perubahan pola interaksi ini dan meluruskan permasalahan yang ada di lapangan, khususnya yang menyangkut anak-anak.

"Ini harus disikapi bersama-sama. karena ada sebuah pergeseran, masa transisi, perubahan interaksi sosial antar masyarakat yang berubah karena keterbukaan media sosial," jelas Jokowi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA