Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Cegah Golput, Pemilih Pemula akan Dijaga Polisi ke TPS

Kamis 11 Apr 2019 11:15 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Golput

Ilustrasi Golput

Foto: Antara
Masyarakat di Jawa Barat diharapkan tidak golput.

REPUBLIKA.CO.ID, LEMBANG--Jajaran kepolisian akan menjaga para pemilih pemula yang akan mencoblos ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Rabu, 17 April mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya ajakan golongan putih (golput) dan intimidasi dari pihak lainnya kepada mereka.

"Kita TNI-Polri akan mengamankan mereka (pemilih), menjaga mereka (agar) tidak ada intimidasi. Yang mengajak golput dipastikan akan dijerat," ujar Kakorbinmas Kabaharkam Polri, Irjen Pol Widiarso Herriywibowo saat acara penyerahan bantuan sembako dan pengobatan gratis di kantor Desa Lembang, Kamis (11/4).

Ia mengungkapkan, pihaknya mengharapkan agar masyarakat di Jawa Barat tidak golput. Sebab berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada 2014 angka golput relatif besar sebanyak 30 persen.

"2014 data dari KPU-Bawaslu cukup besar 30 persen dan swing voter atau pemilih pemula yang mencoblos hari Rabu depan liburan, kita khawatir," ungkapnya. Menurutnya, pihaknya terus menyosialisasikan agar mereka datang ke TPS hanya 5 menit dan setelah itu bisa liburan.

Dirinya menambahkan, masyarakat diharapkan tidak golput, tidak membuat hoaks dan menebar kebencian. Sebab, pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) bukan sebuah peperangan. Oleh karena itu, diharapkan pemilu berkualitas.

Widiarso mengatakan, pencoblosan pada pemilu saat ini diperkirakan akan memakan waktu lama. Sebab jumlah kertas surat suara yang dicoblos sebanyak lima jenis. Oleh karena itu, mereka yang sudah mendaftar di TPS namun sudah melewati jam 13.00 Wib tetap bisa mencoblos.

"(Panitia) harus ditunggu sampai selesai. Diprediksi sampai malam," katanya. Ia pun mengatakan mereka yang menyebar informasi hoaks akan ditangkap apabila terbukti. Katanya saat ini penyebaran hoaks jumlahnya puluhan ribu dan masif serta menciptakan polarisasi.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA