Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Mensos Ajak Santri Ikut Perangi Hoaks

Kamis 11 Apr 2019 22:55 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita

Foto: Kemensos
Para santri di pesantren agar bijak menggunakan tenkologi di era revolusi industri.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang mengingatkan para santri di pesantren untuk bijak menggunakan tenkologi di era revolusi industri 4.0. Menurut dia, adanya revolusi industri bisa membantu kita membangun secara cepat dan efisien.

Baca Juga

Namun, lanjut dia, ada kalanya teknologi itu digunakan tidak bertanggung jawab. Agus menyontohkan, salah satu dampak negatif dari masifnya penggunaan teknologi adalah mudahnya penyebaran hoaks atau berita bohong. "Sekarang peredaran berita bohong sangat cepat ke ruang publik dan privat. Karena itu, semua harus bijak menelan informasi dari media sosial," kata dia di Pesantren Ath-thohiriyyah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/4).

Ia menganalogikan, jika masyarakat menjadi korban dari berita bohong, pasti akan bermasalah. Misalnya, para santri yang beragama Islam tapi dituduh bukan Muslim. "Pasti sakit hati. Ada yang tahu PKI? Gak ada yang mendukung PKI di sini. Bersih PKI. Tapi kalau kita dituduh PKI, gimana perasannya? Kalau sudah marah, itu bisa menimbulkan masalah sosial di tengah masyarakat," kata dia.

Agus lantas mengklarifikasi beberapa hoaks yang banyak beredar di media sosial dan masyarakat saat ini. Ia menyontohkan, ada pihak tertentu yang bilang bahwa pemerintah akan melarang azan. Padahal, informasi itu sama sekali tak berdasar dan tidak akan mungkin terjadi. Menurut dia, kabar itu hanya fitnah yang menyudutkan pemerintah. "Anggaran pendidikan Islam di Kemenag (Kementerian Agama) setuap tahun naik. Jadi tak mungkin pemerintah berani menghapuskan pendidikan agama Islam," kata dia.

Agus menegaskan, peran santri dan masyarakat sangat penting untuk memerangi hoaks. Menurut dia, memerangi kabar bohong sama artinya dengan menegakkan kebenaran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA