Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Mencari Makna Dukungan UAS kepada Prabowo

Jumat 12 Apr 2019 07:17 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan Ustaz Abdul Somad (UAS). Dalam pertemuan tersebut,  UAS memberikan doa, nasihat dan hadiah berupa minyak wangi serta sebuah tasbih kesayangan UAS.

Foto:
Pilihan politik Ustaz Abdul Somad hendaknya dihormati.

“Saya khawatir, jangan-jangan saya tertipu oleh Pak Prabowo. Oleh karena itu, saya mencari ulama yang tidak masyhur, tidak populer. (Ada) ulama yang masyhur yang di Youtube, yang di TV, tapi ini ulama yang tak dikenal orang, tapi mata batinnya bersih. (Kepada mereka) Allah bukakan hijab kepada dia, (yakni) ulama-ulama yang tidak perlu materi,” tutur Ustaz Abdul Somad.

“Mungkin Bapak (Prabowo) tak kenal mereka. Dan saya tak pernah tanya ke mereka, 'kira-kira saya pilih yang mana?' Tidak. Saya biarkan mereka membaca hati saya. Mengertikah dia? Ketika datang, saya dekatkan telinga, apa kata dia? (Ulama sufi mengatakan) 'Saya mimpi lima kali ketemu dia.' Saya tanya, 'Siapa?' Prabowo," sambung Ustaz Abdul Somad lagi.

“Kalau mimpi satu kali, boleh jadi itu dari setan. Ini lima kali. Dia mimpi, dia melihat Bapak (Prabowo), itu signal dari Allah," lanjutnya.

Ulama-sufi berikutnya yang dikunjungi diceritakannya memiliki kecenderungan wara', yaitu berhati-hati terhadap perkara duniawi. Misalnya, ulama yang lagi-lagi tak disebutkan namanya itu hanya mau makan dan minum dari hasil jerih payah tangannya sendiri.

Dia juga hanya menerima kunjungan orang-orang yang nirpamrih. Karena itu, cerita UAS, dirinya sempat merasa takut kedatangannya tidak akan diterima. Ternyata, bukan hanya diterima, tuan rumah juga mengajaknya berbincang-bincang 30 menit lamanya.

"Di akhir pertemuan, dia bilang, 'Prabowo,'" kenang UAS.

Karena pengalaman-pengalaman itulah, sambung Ustaz Abdul Somad, dirinya sempat merasa gamang. Kecenderungannya sudah memilih Prabowo, tetapi apakah perlu menyampaikannya langsung kepada capres tersebut dan publik?

Untuk diketahui, setidak-tidaknya sejak akhir Maret 2019, peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 tersebut cenderung menghindari awak media, terlebih dalam konteks pilpres. Dalam perbincangan dengan Republika.co.id pada 30 Maret 2019, UAS berkata, “Kucing-kucingan menjelang Pilpres. Harap maklum.”

Akan tetapi, pada faktanya, kini UAS telah bertemu Prabowo dan membolehkan salah satu media TV nasional menyiarkannya. Boleh jadi, segenap kunjungan ke para ulama-sufistik itu mengubah pendiriannya untuk “kucing-kucingan” terhadap media, yakni enggan menyebutkan pilihan politiknya.

“Jadi, saya berpikir lama. Ini kalau saya diamkan sampai pilpres (17 April 2019), (tapi) kenapa mereka (para ulama sufi) cerita ke saya? Tiap malam saya berpikir, berarti saya harus sampaikan. Kalau tidak, berarti seumur hidup nanti saya (kemudian) mati dalam penyesalan, 'Abdul Somad, kenapa kau tidak ceritakan?'” papar UAS.

“Setelah ketemu ini, selesai. Kuserahkan semua kepada Allah SWT. Apa yang terjadi, semuanya kuserahkan kepada Engkau, ya Allah,” kata Ustaz Abdul Somad.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA