Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Mencari Makna Dukungan UAS kepada Prabowo

Jumat 12 Apr 2019 07:17 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan Ustaz Abdul Somad (UAS). Dalam pertemuan tersebut,  UAS memberikan doa, nasihat dan hadiah berupa minyak wangi serta sebuah tasbih kesayangan UAS.

Foto:
Pilihan politik Ustaz Abdul Somad hendaknya dihormati.

Pesan terkait Pribadi

Dalam pertemuan ini, terlihat sesekali Prabowo menyeka matanya. Tampak mantan komandan jenderal Koppasus itu terharu dengan doa dan kata-kata Ustaz Abdul Somad tentang makna keikhlasan dan kepemimpinan.

Sempat pula UAS menyampaikan pesan kepada Prabowo bila calon presiden yang didampingi Sandiaga Uno itu menjadi presiden Republik Indonesia 2019-2024.

“Kalau Bapak duduk jadi presiden, terkait saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan Bapak undang saya ke istana. Biarkan saya berdakwah, masuk ke hutan, karena memang dari awal saya orang kampung, saya (sering) masuk ke hutan-hutan. Kedua, jangan Bapak beri saya jabatan, apa pun," UAS menegaskan.

Sebelum pertemuan itu ditutup doa bersama, Ustaz Abdul Somad memberikan hadiah kepada Prabowo. Salah satunya berupa minyak wangi kayu gaharu. Itu baginya menyimbolkan, "Supaya Bapak (Prabowo) menebarkan keharuman di negeri ini (Indonesia)." Hadiah kedua ialah tasbih. Dengan itu, UAS mengajak Prabowo agar gemar berzikir, terutama di kala sepi atau shalat malam.

 

Makna Dukungan UAS kepada Prabowo?

Sebelum "geger" siaran video TvOne kemarin, sebenarnya sudah ada pula tayangan video lain yang mengisyaratkan dukungan "UAS" (dalam tanda petik) kepada calon presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam sebuah ceramahnya.

Potongan video tentang ceramah UAH tersebut sudah ramai di jagad media sosial setidaknya sejak awal pekan lalu. Di dalamnya, UAH mengimbau agar jamaah tidak menyudutkan ulama-ulama yang punya pilihan politik ke pasangan tertentu, baik 01 maupun 02.

Secara kelakar, UAH juga menuturkan bahwa seorang (Ustaz) Ahmad Heryawan--disingkat "UAH"--cenderung memilih capres Prabowo Subianto. Demikian pula dengan (Ustaz) Ahmad Syaikhu, yang disingkat UAS.

"UAH sama UAS sahabatan, pilih nomor 02, ya enggak apa-apa," tutur Ustaz Adi Hidayat dalam potongan video itu.

Tentu saja, "UAH" tersebut merujuk pada mantan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Namun, kini jelas publik dapat merujuk "UAS" bukan hanya pada politikus PKS Ahmad Syaikhu, tetapi juga Ustaz Abdul Somad.

Mengikuti nasihat dari UAH, alangkah baik bila makna dukungan UAS tidak ditanggapi secara frontal, apalagi sampai menyudutkan atau menjelek-jelekkannya. Tidak ada alasan untuk merundung sosok kelahiran Asahan (Sumatra Utara) 41 tahun silam ini hanya lantaran pilihan politiknya.

Sebab, UAS tidak beda dengan publik pada umumnya, yakni sama-sama warga negara Indonesia. Tiap warga berhak memiliki pilihan politik masing-masing dan menyiarkan pilihan politiknya itu bebas, tanpa tekanan siapapun. Terlebih, di dalam alam demokrasi "one man one vote" semisal saat ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA