Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Gempa 6,9 SR di Banggai Berpotensi Tsunami, Warga Mengungsi

Jumat 12 Apr 2019 19:47 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati, Antara/ Red: Andri Saubani

Gempa bumi (ilustrasi)

Gempa bumi (ilustrasi)

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Gempa terjadi pada pukul 18.40 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Gempa bumi dengan magnitudo 6,9 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Banggai dan Banggai Kepulauan, Jumat (12/4) malam. Ribuan warga dilaporkan berlarian ke tempat-tempat tinggi atau gunung karena laporan BMKG menyebutkan bahwa gempa itu berpotensi tsunami.

"Kami sudah ada di lereng gunung ini bersama ratusan warga lainnya," kata Pian, seorang warga Luwuk, Ibu Kota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang dihubungi melalui telepon.

Sementara Amelia, warga kota setempat lainnya mengaku sedang menyimpan barang-barangnya di dalam rumah untuk selanjutnya mengungsi. "Kami siap-siap ke gunung Om, karena ada laporan, air laut di pantai sudah surut," ujar ibu satu anak yang juga pendeta tersebut.

Laporan BMKG menyebutkan bahwa telah terjadi gempa bumi bermagnitudo 6,9 Skala Richter pada pukul 18:40:49 dengan pusat gempa 85 kilometer barat daya Banggai Kepulauan dengan kedalaman 10 kilometer dan berpotensi gempa.

Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana mengatakan, gempa berkekuatan 6,9 SR terjadi hari ini pukul 18:40:49 WIB. "Gempa di garis lintang 1,90 LS, Garis Bujur 122,54 BT, kedalaman  10 kilometer (Km) di Sulawesi," kata Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana seperti dalam keterangan tertulis diterima Republika, Jumat.

Ia menambahkan, gempa di 85 kilometer Barat Daya Banggai-Sulteng, 113 km Barat Daya Banggai, 113 km TimurL aut Morowali, Sulteng, 233 km Timur Laut Kendari, Sulawesi Tenggara, dan 1.809 km Timur Laut Jakarta. "Gempa berpotensi terjadi tsunami. Sulreng Morowali waspada," katanya.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA