Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Dahlan Iskan Jatuhkan Pilihan Dukung Prabowo

Jumat 12 Apr 2019 20:34 WIB

Red: Andri Saubani

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Dahlan Iskan hari ini menghadiri kampanye akbar Prabowo di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menjatuhkan pilihannya pada pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dahlan ikut hadir dalam pidato kebangsaan Calon Presiden, Prabowo Subianto "Indonesia Menang Bersama Prabowo-Sandi" di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (12/4).

"Hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada pak Prabowo, bukan karena mempertimbangkan nasib saya selama lima tahun terakhir. Itu saya anggap risiko saya sebagai pengabdi," kata Dahlan, Jumat.

Baca Juga

Ditambahkannya, bahwa hal itu juga risiko bagi Presiden Joko Widodo yang difitnah selama 4,5 tahun dan Prabowo difitnah selama 17 tahun. Ia juga menyebut, pada dasarnya para pimpinan komunitas simpatisan mantan Menteri BUMN itu yang biasa disebut Dahlanis seluruh Indonesia sudah berkumpul untuk mengambil sikap memihak kepada siapa.

"Sebagian besar memilih pak Prabowo. Dulu saya veto kita harus memihak pak Jokowi, karena program-programnya. Pemilu tahun ini ganti saya yang ikut pimpinan Dahlanis untuk ke pak Prabowo," kata Dahlan.

Dahlan menceritakan juga bahwa lima tahun yang lalu menjelang pilpres seperti ini, Dahlan mengadakan deklarasi besar-besaran mendukung Joko Widodo di Sentul. Mantan Menteri BUMN ini berharap banyak, karena Joko Widodo (Jokowi) mempunyai program besar yang disebut revolusi mental.

Serta program ekonomi yang tinggi, sehingga berharap bahwa lima tahun dipegang Joko Widodo pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa mencapai 7.000 dolar AS per tahun. "Karena lima tahun yang lalu pendapatan 5.000 dolar AS per tahun, jadi wajar saya berharap kalau lima tahun berikutnya bisa 7.000 dolar AS per tahun, lalu 9.000 dolar AS per tahun. Kalau itu terwujud akan menjadi besar dan jaya, tapi tidak terlaksana," kata Dahlan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA