Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Luhut Bantah Diusir Mahasiswa Panca Budi Medan

Sabtu 13 Apr 2019 14:35 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Luhut pada Jumat memberikan kuliah umum di Universitas Panca Budi Medan.

REPUBLIKA.CO.ID,  MEDAN -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan dirinya tidak atau merasa diusir mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, Jumat (12/4) malam. Luhut sempat memberikan kuliah umum di universitas itu.

"Tindakan mahasiswa yang berteriak-teriak menyebutkan nama Prabowo dan ada juga Jokowi, saya nilai sah saja dan merupakan wujud demokrasi di kalangan mahasiswa," ujarnya di Medan, Sabtu (13/4).

Dia mengatakan itu saat ditanya wartawan seputar beredarnya isu dan beredarnya video pengusiran dirinya oleh mahasiswa di Kampus Universitas Pembangunan Panca Budi. Luhut pun menyampaikan kronologi kehadirannya di Universitas Pembangunan Panca Budi.

Dia mengaku diundang Alwi Abdurrahman Shihab (mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Luar Negeri Indonesia) untuk kuliah umum di Panca Budi. Di kampus itu, kata Luhut, dia memberi penjelasan bagaimana kita sebagai bangsa tidak perlu terpecah belah.

Luhut mengakui, melihat mahasiswa di kampus itu terbelah dua pasangan calon presiden. Waktu mau berbicara, ujar Luhut, ada yang seperti memprovokasi, tetapi pembicaraan terus berjalan hingga habis atau sekitar 20 menit.

Luhut menjelaskan, saat Alwi Sihab berbicara, teriakan mahasiswa yang menyebutkan nama kedua calon presiden juga sudah ada. "Saat saya menyampaikan materi, teriakan nama paslon tetap ada, tetapi tetap saja, saya meneruskan kuliah umum saya, hingga habis karena hal itu saya anggap sah saja dan membuktikan semangat anak muda," katanya.

Menurut Luhut, seusai kuliah umum dia keluar dan terlihat masih ada kumpulan mahasiswa. Bahkan, saat melewati kumpulan mahasiswa yang teriak "Prabowo, Prabowo".

"Kami tos, tos. Begitu terus, saya jalan sampai ke mobil dan banyak yang selfie sama saya," katanya.

Jadi, kalau ada yang bilang dirinya diusir, ujar Luhut, dia tidak merasa diusir karena acara berlangsung sampai selesai. Luhut kembali menegaskan dirinya tidak merasa diusir dan tidak mempermasalahkan kejadian itu.

"Saya tidak diusir, buktinya saya menyampaikan kuliah umum saya hingga habis," ujarnya.

Luhut berharap dan mengimbau agar masyarakat jangan berpecah hanya karena beda pilihan di Pemilu 2019. Luhut menegaskan, di dalam setiap acara, dia tidak pernah menyampaikan ajakan memilih calon presiden siapa pun.

Dia mengajak semua untuk dewasa berdemokrasi, jangan percaya berita-berita fitnah. Menurut Luhut, yang diluruskannya antara lain tidak benar Presiden Jokowi tidak memperhatikan umat Islam, kriminalisasi ulama. Termasuk, tidak benar Presiden Jokowi terindikasi PKI.

"Terus soal utang, tidak benar. Utang rendah kok, hanya 29,6 persen dari PDB padahal utang itu boleh hingga 60 persen dari PDB," katanya.

Luhut menegaskan, hal-hal semacam itu atau berita-berita hoaks jangan dijadikan referensi untuk menentukan pilihan."Mahasiswa jangan ribut akibat berita-berita hoaks karena yang akan mengawal bangsa ini ke depan adalah mereka," ujar Luhut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA