Selasa, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Selasa, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

SCBD Disulap Jadi Lokasi Pesta Rakyat 'Say No To Golput'

Sabtu 13 Apr 2019 15:01 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Suasana Pesta Rakyat di PAP SCBD, Sabtu (13/4).

Suasana Pesta Rakyat di PAP SCBD, Sabtu (13/4).

Foto: Republika/Gilang AP
Kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan hak suara harus dibangun bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang Pemilu 2019, kawasan bisnis elite di Jakarta, Sudirman Central Business District (SCBD), disulap menjadi lokasi Pasar Rakyat bertema 'Say No To Golput'. Tepatnya, di titik yang biasa digunakan untuk Pasar Akhir Pekan (PAP) SCBD.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Artha Graha Peduli (AGP) bersama perwakilan seluruh unit usaha Artha Graha Group (AGG).

Ketua harian AGP Heka Hertanto mengatakan, kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan hak suara harus dibangun bersama. Berangkat dari semangat tersebut, AGP berinisiatif mengadakan Pasar Rakyat untuk mengajak masyarakat agar tidak sampai menjadi Golput.

"Gunakan hak pilih Anda pada 17 April. Say no to golput. Jadikan Pemilu 2019, Damai dan Aman," ujar Heka, di lokasi.

Heka menjelaskan, Pesta Rakyat ini akan digelar selama dua hari dari Sabtu (13/4) sampai Ahad (14/4). Pantauan Republika, kegiatan yang digelar di Lot 7 SCBD, Jakarta Selatan, ini menjadi magnet tersendiri.

"Sabtu malamnya, kita nonton bersama debat terakhir Capres 2019 melalui layar lebar di SCBD. Ada ratusan UMKM binaan AGP yang akan memanjakan lidah konsumen," ungkap Heka.

photo

Tari Ratoh Jaroe dari Aceh menyemarakkan Pasar Rakyat di PAP, Sabtu (13/4). DOK AGP

Selama dua hari ke depan, kawasan SCBD disemarakkan oleh Funwalk, Senam Zumba, permainan-permainan Rakyat, Bull Ridding dan pertandingan-pertandingan olahraga (futsal, pingpong dan lari estafet). Kesenian Budaya Papua, Gondrang dari Sumatra Utara, Tari Ratoh Jaroe dari Aceh dan musik-musik akustik serta puluhan Door Prize juga turut memeriahkan acara.

"Mari, kami mengajak agar pesta demokrasi lima tahun sekali ini harus menyatukan kita sebagai bangsa yang teguh Pancasila, toleransi, dan kebhinekaan," tegas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA