Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

AHY Respons Ucapan Prabowo Soal Presiden-Presiden Terdahulu

Sabtu 13 Apr 2019 23:34 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
AHY menyebut setiap generasi kepemimpinan telah melakukan berbagai pencapaian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Partai Demokrat tidak akan keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur. Hal ini disampaikan AHY merespons pernyataan Capres 02 Prabowo Subianto yang menyalahkan presiden-presiden sebelumnya terkait salah arahnya ekonomi Indonesia.

Baca Juga

"Tidak mungkin kami keluar dari koalisi besok tiga hari lagi tinggal pemungutan suara," kata AHY usai debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4). AHY meminta publik tidak perlu terlalu membuat suasana panas koalisi. Ia memastikan, koalisi tetap solid dan memberikan dukungan Prabowo-Sandi dalam Pilpres, sekaligus Demokrat di Pileg.

Menyoroti pernyataan Prabowo, AHY memandang pernyataan itu secara objektif bahwa setiap generasi kepemimpinan telah melakukan berbagai capaian baik di bidang ekonomi, politik, keamanan dan kesejahteraan rakyat. "Tentu ada perubahan dilakukan dari satu presiden ke presiden berikutnya yang sudah baik lanjutkan yang belum baik diperbaiki," kata AHY.

AHY enggan berspekulasi lebih dalam makna ucapan Prabowo yang terkesan menyalahkan presiden - presiden sebelum Joko Widodo. Namun, ia mengakui bahwa pasti ada hal-hal yang belum dirampungkan oleh pemimpin sebelumnya. Maka itu, lanjut AHY, tugas pemimpin selanjutnya adalah untuk memperbaiki.

"Artinya yang sebaiknya kita inginkan para pemimpin terus menghargai para pendahulu dengan semangat menjadi lebih baik dari pendahulunya," ujar AHY menegaskan.

Sebelumnya, dalam debat, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat mengatakan kebijakan ekonomi salah arah. Namun, ia tak menuding kesalahan itu sepenuhnya pada lawannya, capres Pejawat Joko Widodo.

"Jadi saya tidak menyalahkan Bapak, karena ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak, kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya," kata Prabowo.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA