Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Bawaslu Padang Laksanakan Patroli Antisipasi Politik Uang

Ahad 14 Apr 2019 14:01 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Gita Amanda

Bawaslu

Bawaslu

Bawaslu akan melaksanakan patroli selama masa tenang sampai hari H pencoblosan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang Dorri Putera mengatakan pihaknya akan melaksanakan patroli selama masa tenang sampai hari H pencoblosan Pemilu Serentak. Masa tenang jelang pencoblosan dimulai sejak hari ini Ahad (14/4) sampai Selasa (16/4).

Dorri menyebut partroli yang akan dilakukan Bawaslu Padang akan diperioritaskan di titik-titik TPS yang selama ini diprediksi rawan akan kecurangan dan politik uang. "Kami (Bawaslu) Kota Padang akan mengadakan patroli politik uang. Untuk mencegah hal itu terjadi," kata Dorri, kepada Republika.co.id.

Dorri menyebut patroli ini akan dilakukan sekali 24 jam selama tiga hari ke depan. Bawaslu Kota Padang kata dia akan mengawas gerak-gerik antek-antek parpol yang ingin mencoba-coba bermain kotor dengan politik uang.

Kehadiran petugas Bawaslu untuk patroli ke seluruh kecamatan kata Dorri bisa menjadi bentuk serangan psikologis kepada pihak yang berniat melakukan politik uang. Sehingga pemberian uang kepada calon pemilih sebagai bentuk sogokan tidak terjadi. Supaya kata Dorri masyarakat bisa menentukan pemilih dengan hati nurani masing-masing tanpa intervensi atau paksaan.

Biasanya tempat yang rawan dengan politik uang atau serangan fajar itu menurut Dorri adalah di sekitar TPS yang berada di kantor sebuah partai, TPS yang berada di dekat kantor partai lawan dan TPS-TPS yang memang sejak dulu diketaui rawan dengan kecurangan dan politik uang.

"Patroli ini untuk pencegahan. Minimal kehadiran Bawaslu bisa menjadi serangan psikologi kepada pelaku (politik uang)," ucap Dorri.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA