Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

38 Ribu Personel TNI-Polri Amankan TPS di Jabodetabek

Ahad 14 Apr 2019 13:55 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ani Nursalikah

Prajurit Paskhas TNI AU mengikuti Apel Patroli Skala Besar TNI-Polri di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (14/4/2019).

Prajurit Paskhas TNI AU mengikuti Apel Patroli Skala Besar TNI-Polri di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (14/4/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Personel TNI-Polri akan berjaga di TPS dengan beberapa tingkat kerawanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setidaknya ada 38 ribu personel TNI-Polri yang akan mengamankan Pemilu 2019 di DKI Jakarta dan sekitarnya. Mereka didistribusikan untuk mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) yang terdiri dari beberapa tingkat kerawanan.

"Jumlah pengamanan yang kita libatkan baik itu Polri dan TNI jumlahnya 38 ribu personel, yang terdiri dari 23 ribu personel Polri kemudian 15 ribu personel TNI," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, usai melaksanakan apel patroli skala besar TNI-Polri di Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (14/4).

Ia menjelaskan, wilayah pengamanan Polda Metro Jaya meliputi daerah DKI Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Untuk Kodam Jaya, wilayah pengamanannya sama, tapi ditambah Kabupaten Tangerang. Di wilayah Polda Metro Jaya saja, ada sebanyak 63 ribu TPS yang akan diamankan oleh personel kepolisian Polda Metro Jaya.

"Itu semua sudah kita pilah. Tentunya kalau kita bagi, mana yang tadi aman, rawan, semua banyak sekali. Tapi itu adalah variabel-variabel bagaimana kita menentukan mana yang aman, rawan, dan kurang rawan," jelasnya.

Baca Juga

photo
Prajurit TNI dan personel Polri melaksanakan Apel Patroli Skala Besar TNI-Polri di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (14/4/2019).

Gatot menerangkan, TNI-Polri telah membagi TPS ke beberapa tingkat kerawanan, yakni TPS aman, TPS rawan, TPS sangat rawan, dan TPS khusus. Tingkat kerawanan itu ditetapkan setelah dilakukan pengidentifikasian terhadap variabel-variabel kerawanan. Penempatan jumlah personel juga ditentukan dari tingkat kerawanan setiap TPS itu.

"Sebagai contoh, kalau di daerah tersebut didominasi oleh satu pasangan calon, dan tidak ada konflik-konflik sebelumnya, ataupun potensi-potensi gangguan keamanan, kita anggap ini daerah yang aman," katanya.

Menurut Gatot, dari TPS yang ada, tidak ada satupun yang masuk ke kategori TPS sangat rawan. TPS yang ada hanya terdiri dari TPS aman, rawan, dan TPS khusus. TPS khusus merupakan TPS yang ada di lokasi-lokasi seperti rumah sakit.

"Kita siapkan, tetapi tentunya kami dalam hal ini Polri-TNI tentu melihat dinamika perkembangan situasi yang ada di lapangan," kata dia.

photo
Anggota Brimob POLRI mengikuti Apel Patroli Skala Besar TNI-Polri di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (14/4/2019).

TNI-Polri, kata dia, akan terus memantau perkembangan potensi kerawanan menjelang hari pencoblosan nanti. Menurutnya, TNI-Polri tidak ingin menganggap remeh pengamanan pemilu. Prajurit yang ada akan memberikan pengamanan dan menjamin keamanan yang terbaik bagi masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya.

"Kita akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat untuk masyarakat menjadi aman nyaman untuk datang ke TPS dan kita jamin itu," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA