Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Indonesia Tanpa Gelar di Singapore Open

Ahad 14 Apr 2019 18:20 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Anthony Sinisuka Ginting

Anthony Sinisuka Ginting

Foto: dok. PBSI
Ginting harus mengakui keunggulan pemain nomor satu Jepang Kento Momota.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Indonesia gagal mengamankan gelar pada turnamen bulu tangkis Singapore Open. Dua wakil Indonesia, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan di ganda putra, dan Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra dikalahkan lawan-lawannya pada final yang berlangsung di Sngapore Indoor Stadium, Ahad (14/4).

Ginting harus mengakui keunggulan pemain nomor satu Jepang Kento Momota dengan skor 21-10, 19-21, dan 13-21. Pada partai sebelumnya, Ahsan/Hendra juga takluk tiga gim dari pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dengan skor 13-21, 21-19, 17-21.

Sebenarnya Ginting memiliki peluang untuk mengalahkan Momota dalam laga final ini. Tunggal terbaik Indonesia saat ini berhasil menang mudah 21-10 di gim pertama dalam waktu 14 menit.

Peluang semakin terlihat setelah di gim kedua, Ginting sempat unggu cukup jauh 16-11. Namun setelah itu angka Ginting tak kunjung bertambah, sebaliknya lawan secara perlahan menyusul.  Akhirnya Ginting  kalah 19-21. 

Gim ketiga Ginting kembali memilikk harapan, setelah saat interval gim terkahir ini memimpin 11-7. Usai istirahat Ginting masih bisa memimpin 12-9. Namun sejumlah kesalahan beruntun dilakukan Ginting, baik itu bola tidak berhasil melewati net maupun melebar keluar membuat momota berbalik unggul 17-12.

Akhirnya Ginting berhasil menambah satu angka, setelah cukup lama selalu gagal. Sebuah pengembalian panjang Ginting ke belakang gagal dijangkau Momota untuk membuat skor 13-17. Namun setelah itu Momota melaju tanpa bisa dicegah.

Hasil ini kembali membuat tim bulu tangkis Indonesia gagal merebut gelar juara, pada ajang yang memperebutkan total hadiah 355 ribu dolar AS ini. Sepekan sebelumnya, para wakil Pelatnas Cipayung juga gagal di turnamen yang levelnya lebih tinggi, yakni Malaysia Open 2019.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA