Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Pemprov Jabar Pasang Wifi Gratis di 600 Desa

Ahad 14 Apr 2019 11:48 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Wifi gratis di 600 desa di Jabar ini diwujudkan dengan melaunching Desa Digital.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo, melakukan launching Desa Digital di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Ahad (14/4).

Baca Juga

Program ini adalah buah kerja sama antara BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
 
Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, program ini bertujuan untuk menyediakan akses internet di desa yang sebelumnya tidak memiliki konektivitas sama sekali. BAKTI berkomitmen akan menginstalasi VSAT (Very Small Aperture Terminal) yang terhubung dengan satelit di 600 desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) berkembang dan tertinggal di Jawa Barat. 
 
Saat ini sejumlah 155 titik VSAT di desa telah berstatus on air setelah diinstalasi  oleh PT Dwi Tunggal Putra. Perangkat ini dipasang antara lain di Balai Desa, Kantor Desa, Pesantren, Sekolah, dan Puskesmas.
 
Sebanyak 600 desa usulan yang akan menerima fasilitas VSAT, merupakan hasil usulan urun daya masyarakat Jawa Barat melalui media sosial Gubernur Ridwan Kamil, yang oleh Jabar Digital Service telah diintegrasi dan diperkaya dengan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, dan Dinas KUK Jawa Barat.
 
Ridwan Kamil mengatakan, Desa Digital merupakan konsep yang diusung oleh dirinya untuk memperkecil kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Diharapkan dengan terbukanya akses informasi ke dunia luar, masyarakat mampu memanfaatkan jaringan dan konektivitas internet untuk, mengakses konten pendidikan, meningkatkan produktivitas dan jangkauan pemasaran produk-produk lokal.
 
“Dengan adanya konektivitas ini, membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakatnya secara langsung sekaligus membuka akses ke dunia luar untuk peningkatan perekonomian masyarakat desa,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.
 
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga, kata dia, akan melibatkan Relawan TIK dan pendamping desa untuk bersama-sama memelihara fasilitas desa dan memanfaatkannya secara optimal.
 
Selain penyertaan infrastruktur dan peningkatan literasi digital, Emil berharap, setiap desa juga mampu memanfaatkan kanal informasi dan komunikasi. "Seperti instagram dan whatsapp group untuk berkomunikasi dengan perangkat desa dan mempromosikan potensi desa," katanya. 
 
Setiap BUMDES juga, kata dia, diharapkan mampu mempromosikan produk-produk lokal menggunakan e-commerce dan bekerja sama dengan startup lokal menggunakan Internet of Things untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi aktivitas ekonomi, yang nantinya akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi digital. 
 
Sebelum ini, menurut Emil, Pemerintah Jabar juga telah melaunching program Desa Digital Kampung Perikanan Digital bersama e-fishery di Desa Puntang, Kabupaten Indramayu. "Nantinya, diharapkan lebih banyak Desa Digital yang lahir di Jawa Barat menyesuaikan potensi masing-masing desa dan menjadi etalase percontohan inovasi teknologi yang disinergikan dengan potensi desa," paparnya.
 
Sementara menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, program Desa Digital akan membekali masyarakat dengan pendampingan dan pengembangan kapasitas literasi digital untuk memastikan koneksi internet yang ada dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan produktif. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, aktif membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal dan startup.
 
"Misalnya Edubox dan Teachcast with Oxford, yang menyediakan konten mendidik dan informatif,” katanya.
 
Perlu diketahui, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) lahir pada tahun 2006. BAKTI merupakan unit organisasi noneselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. BAKTI berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri dan BAKTI dipimpin oleh Direktur Utama. BAKTI mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika.
 
Sedangkan Jabar Digital Service atau Pengelola Layanan Digital Jabar merupakan unit layanan yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat dan berada di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, bertugas untuk mewujudkan dan mengakselerasi Jabar Juara berbasis data dan teknologi dalam mendukung pelayanan masyarakat dan pengambilan kebijakan yang responsif, adaptif, dan inovatif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA