Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

AHY, Mahfud MD, dan Anies Punya Kans Jadi Menteri Jokowi

Jumat 12 Apr 2019 19:02 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa warga saat kunjungan dengan sejumlah Caleg Partai Demokrat bersama simpatisan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (2/4/2019).

Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa warga saat kunjungan dengan sejumlah Caleg Partai Demokrat bersama simpatisan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (2/4/2019).

Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
Nama-nama dari kubu lawan dinilai layak jadi menteri jika Jokowi jadi presiden lagi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif tinggal menghitung hari. Sejumlah nama digadang-gadang layak menjadi menteri, dan memiliki kemampuan untuk mendukung kembali Joko Widodo, jika Jokowi memenangkan pertarungan pilpres. 

Pengamat dan peneliti politik Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie mengemukakan, Agus Hari Murti Yudhoyono, Mahfud MD, Hamdan Zoelva, dinilai punya kans untuk masuk jadi menteri. Selain ketiga nama itu, Anies Baswedan juga dinilai layak masuk kabinet Jokowi lagi, karena kini ia bagian dari Gerindra. Dengan begitu, bisa merangkul lawan politik.

“Nama AHY dan Anies Baswedan punya pengaruh besar lantaran AHY dari Demokrat dan Anies dari Gerindra. Begitu pula dengan Mahfud MD dan Hamdan Zoelva saya lihat punya kans juga jadi menteri,” ujar Jerry, Kamis (11/4).

Infomasi dari Tim Kampanye Nasional (TKN) yang beredar di media, sejumlah nama sedang dipertimbangkan untuk menduduki posisi menteri. Misal, Moeldoko akan dipertimbangkan menjadi seskab, Anies menjadi mendagri, Gatot Noermantyo sebagai menteri pertahanan, AHY untuk jabatan menteri perindustrian, Mahfud MD digadang-gadang menjadi menteri politik hukum keamanan, dan Hamdan Zoelva sebagai menteri hukum dan HAM. Sedangkan Usamah Hisyam bakal didaulat jadi menteri sosial. Sementara bekas menteri Asman Abnur menjadi menteri perdagangan.

Jerry menyebut, penyebutan nama sebelum konstestasi politik usai, memang agak problematis karena seakan-akan satu pihak sudah mengklaim menang. Namun, ia pun menilai hal itu bagian strategi politik untuk membuat gentar lawan.

“Ini memang bagian strategi politik Sun Tzu. Seni perang Sun Tzu yang sedang dimainkan untuk mengintimidasi lawan. Salah satu teorinya 'Perdaya Langit Untuk Melewati Samudra'. Nah dengan snake politics atau politik ular maka bisa lawan dikelabui,” ucap dia, memberi ilustrasi.

Jerry berketa fokus strategi itu, diharapkan membuat konsentrasi lawan buyar. Dan punya confidence yang tinggi. Strategi lain dari Sun Tzu yakni 'Kepung Wei Untuk Menyelamatkan Zhao'. Hal ini taktik sederhana, sebagai taktik menyerang hal berharga musuh untuk menjatuhkan mental dan psikologi lawan.

“Penyebutan beberapa nama yang digadang calon menteri oleh Prabowo juga boleh jadi untuk meredam dari 7 hasil  survey semuanya memang memenangkan Jokowi,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA