Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Haedar Ajak Warga Muhammadiyah Gunakan Hak Pilih

Senin 15 Apr 2019 23:26 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Foto: Dokumen.
Haedar mengatakan tentang partisipasi aktif politik warga Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak warganya untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum 2019. "Khusus kepada warga persyarikatan Muhammadiyah agar menggunakan hak pilihnya," kata dia dalam jumpa pers tentang Pemilihan Umum 2019 di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Jakarta, Senin (15/4).

Dia mengatakan tentang partisipasi aktif politik warga Muhammadiyah dengan menjadikan diri dan organisasi sebagai teladan terbaik dalam berdemokrasi. Selain itu, warga Muhammadiyah memegang teguh kepribadian dan khitah, memelihara hubungan dan marwah persyarikatan, serta menjunjung tinggi akhlak mulia.

Baca Juga

Warga Muhammadiyah, kata dia, hendaknya bersama komponen masyarakat lain ikut menegakkan ketertiban sosial serta menjadi pemersatu umat dan bangsa. Terutama, pada ajang pemilu saat ini.

"Bersamaan dengan itu semakin giat dalam menjalankan segala usaha dakwah dan pembaruan yang menjadi misi utama gerakan Muhammadiyah untuk tersebarluasnya risalah Islam sebagai rahmatan lil''alamin serta terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," kata dia.

Bagi masyarakat umum, Haedar mengajak mereka menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab, cerdas, menjaga persatuan, menjunjung tinggi moralitas, toleransi, dan kesantunan. Selain itu, kata dia, masyarakat agar menjauhi praktik politik uang dan segala transaksi yang dilarang oleh agama, moralitas, dan hukum yang berlaku.

Ia mengatakan semua warga negara dan para pihak, baik dalam masa pemilihan maupun sesudahnya, hendaknya bersama-sama menciptakan ketertiban dan kedamaian. "Hendaknya menjauhi segala bentuk pernyataan dan sikap yang bernuansa hasutan, perselisihan, kegaduhan, dan tindakan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA