Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

DPR Minta KPU Evaluasi Pelaksanaan Pemilu di Luar Negeri

Selasa 16 Apr 2019 15:34 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jakarta, Kamis (31/1).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jakarta, Kamis (31/1).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Bambang Soesatyo mengatakan banyak masalah dalam pelaksanaan pemungutan suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI bambang soesatyo meminta KPU mengevaluasi pelaksanaan pemilu 2019 yang berlangsung di luar negeri. Sebab, ia mengatakan, masih banyak masalah dalam pelaksanaan pemungutan suara.

Baca Juga

Bambang Soesatyo mengutarakan hal itu terkait permasalahan penyelenggaraan pemilu di luar negeri , khususnya kasus di Hongkong dan Australia. Misalnya, jumlah Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN) atau pemilih yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"KPU perlu mengevaluasi pelaksanaan Pemilu di luar negeri sebab Pemilu kali ini dinilai banyak terjadi masalah," kata dia, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/4).

Hal itu, menurut dia, agar pada penyelenggaraan Pemilu serentak selanjutnya, KPU dapat memfasilitasi seluruh WNI agar menggunakan hak pilihnya di luar negeri. Ia meminta KPU mencari solusi terbaik bagi WNI yang berada di luar negeri yang tidak dapat melaksanakan hak pilihnya karena kendala pada penyelenggaraan Pemilu, karena satu suara dapat menentukan arah bangsa.

Ia meminta KPU untuk memberikan kesempatan bagi WNI yang berada diluar negeri yang pada saat hari pencoblosan belum memberikan suaranya karena diluar kesalahan mereka. "Itu untuk melaksanakan hak pilihnya mengingat seluruh WNI mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam Pemilu 2019," ujarnya.

Sebelumnya, permasalahan penyelenggaraan Pemilu di luar negeri khususnya kasus di Hongkong dan Australia, diantaranya banyaknya jumlah Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN) atau pemilih yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal itu menyebabkan masyarakat tidak bisa menggunakan hak pilihnya, ada WNI yang terdaftar di DPT namun tidak mendapatkan undangan, dan sempitnya waktu pemilihan untuk DPKLN yaitu hanya satu jam.

Selain itu terjadi antrean panjang Pemilu yang terjadi di Malaysia, Jepang, Belanda, dan Inggris. Ada jutaan WNI di Malaysia. Sebaliknya, pelaksanaan Pemilu 2019 yang lancar juga terjadi di perwakilan Indonesia di luar negeri, di antaranya di Kedutaan Besar Indonesia di Dili. Walau sampai malam hari, semua pemilih di sana terlayani secara baik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA