Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Menristekdikti Minta Mahasiswa Jangan Golput

Selasa 16 Apr 2019 17:49 WIB

Red: Ratna Puspita

Menristekdikti Mohamad Nasir.

Menristekdikti Mohamad Nasir.

Foto: Antara/Kahfie Kamaru
Menristekdikti mengatakan golput sama saja dengan mencederai demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019. Nasir mengimbau mahasiswa agar jangan golongan putih (golput).

"Kami mengimbau kepada mahasiswa untuk jangan golput karena itu sama saja dengan mencederai demokrasi," ujarnya di Semarang, Selasa (16/4).

Untuk itu, dia mengatakan, mahasiswa harus menggunakan hak pilihnya sesuai dengan nurani, pilihannya dan pandangannya. Begitu juga dengan dosen yang ada perlu menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga

Menurut Nasir, pilihan yang diberikan itu akan menentukan masa depan bangsa selama lima tahun ke depan. "Pilih capres-cawapres sesuai hati nurani bukan karena paksaan atau tekanan," lanjut dia.

Ia mengaku akan menggunakan hak pilihnya di Semarang. Meski demikian, ia masih merahasiakan apa pilihannya. "Mau tahu apa pilihannya, tunggu besok," ujar dia berseloroh.

Pemilu serentak di Indonesia berlangsung pada Rabu, 17 April 2019, mulai pukul 07.00 hingga 13.00. Pada saat mendatangi TPS, pemilih diwajibkan membawa surat undangan memilih atau Formulir C6 dan KTP, untuk kemudian menyerahkan kepada petugas KPPS.

Selanjutnya, pemilih akan diberikan lima jenis surat suara untuk dicoblos, yakni abu-abu untuk memilih presiden dan wapres, kuning untuk memilih anggota DPR RI, merah untuk memilih anggota DPD RI, biru untuk memilih anggota DPRD provinsi dan hijau untuk anggota DPRD kabupaten-kota.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA