Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Kemenkes Minta Faskes Siap Terima Caleg Kalah yang Stres

Rabu 17 Apr 2019 06:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi Stres

Ilustrasi Stres

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Kemenkes menyiagakan faskes untuk merawat caleg yang stres karena kalah pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyadari fenomena stres pasca pemilu bisa saja melanda calon legislatif (caleg) yang gagal meraup suara dalam pemilu pada Rabu (17/4). Kemenkes pun meminta rumah sakit (RS) dan fasilitas kesehatan (faskes) siap menerima mereka.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes Fidiansjah, sektor kesehatan disiagakan untuk melayani masalah-masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pasca pemilu serentak. Semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk betul-betul menyiapkan, bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan jiwa.

“Pada dasarnya rumah sakit jiwa siap dengan kejadian yang tidak biasa ini,” ujar Fidi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (16/4).

Selain itu, rumah sakit juga diminta melakukan sebuah penyesuaian. Rumah sakit umum maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) semuanya diberdayakan

Sebenarnya ketika caleg tersebut mengatakan proses ingin menjadi calon, ada surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan. Kendati demikian, stres pasca pemilu dapat dipandang sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau dianalogikan seperti bencana alam yang tidak dapat diprediksi.

“Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat,” kata Fidi.

Fidi menjelaskan, penyebab stres yang terjadi pada setiap individu tidak bisa diprediksi. Begitu daya tahannya rapuh, terjadi suatu gejolak yang membenturkan antara cita-cita dan harapan dengan realitas.

Menurutnya, orang-orang menghadapi realitas bukan hanya pada pemilu saja, tetapi di semua kondisi. Prinsipnya, di dalam penyeleksian pasti ada kemenangan atau kegagalan.

"Orang harus siap menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, siap kalah dan menang,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA