Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Pesan Imam Besar Istiqlal Pascapencoblosan

Rabu 17 Apr 2019 10:49 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ratna Puspita

Imam besar masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar.

Imam besar masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar.

Foto: Republika/ Wihdan
Imam besar Istiqlal mengimbau untuk ikhlas dan menerima hasil Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Imam besar masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar, mengimbau kepada kandidat pemilihan presiden (pilpres) serta para pendukungnya agar ikhlas menerima apapun hasilnya nanti yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia mengatakan pemenang pilpres tahun ini merupakan yang terbaik bagi bangsa. 

Baca Juga

“Siapapun nanti yang tampil sebagai pemenang maka itulah yang terbaik bagi kita dan harus didukung. Bagi yang belum beruntung hari ini, kita doakan agar mendapat hikmah besar karena mereka pun adalah orang terbaik bangsa kita, wajib kita untuk respect,” tutur Nasaruddin kepada Republika pada Rabu (17/4).

Bagi calon yang terpilih, Nasaruddin mengingatkan agar jangan sombong. "Yang kalah pun jangan berkecil hati dan kecewa. Mari kita merangkul rakyat saling menerima satu sama lain,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin juga mengimbau kepada masyarakat terutama pendukung masing-masing kubu untuk menerima hasil pemilu. Ia berharap semua ketegangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dapat kembali mencair terlebih jelang memasuki bulan suci Ramadhan. 

Nasaruddin mengajak analis politik agar tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memancing emosi pascapemilihan. Ia menegaskan harapan bahwa kedamaian tetap terjaga pascapengumuman pemenang Pemilu 2019 oleh KPU.

“Jadi analis politik juga sudahlah mengendalikan diri saja, biarkan KPU yang menyelesaikam. Jangan terlalu diberikan forum, karena masa kampanye, ketegangan sudah selesai,” kayanya. 

Nasaruddin juga mengajak masyarakat yang belum menerima hak pilihnya agar segera mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurut Nasaruddin bangsa Indonesia wajib bersyukur karena karena masyarakatnya mempunyai hak untuk menentukan pemimpin negaranya.

Ia mengatakan hal tersebut berbanding terbalik dengan beberapa negara dengan sistem kerajaan. Pada sistem tersebut, ia mengatakan, hanya segelintir orang saja yang dapat menemukan pemimpinnya.

Disamping itu, ia mengimbau kepada penyelenggara pemilu dan aparat hukum agar berlaku jujur dan adil. Sebab, kredibilitas pesta demokrasi ditentukan oleh independensi penyelenggaraan pemilu. 

Pada Pemilu 2019, Nasaruddin Umar mencoblos bersama keluarganya di TPS 111 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA