Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

KPU Minta Klaim Kemenangan Capres-Cawapres Disudahi

Jumat 19 Apr 2019 16:15 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

Logo KPU

Logo KPU

Foto: beritaonline.co.cc
KPU menegaskan saat ini penghitungan suara resmi masih berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi berharap klaim kemenangan capres-cawapres disudahi. Sebab, saat ini proses penghitungan suara secara resmi masih berlangsung.

Selain itu, masih ada beberapa daerah yang belum melangsungkan pemungutan suara. "Sudahlah, klaim dari masing-masing pihak itu disudahi. Silakan menunggu proses penghitungan yang dilakukan oleh KPU," kata Pramono, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (19/4).

Pramono mengatakan, hasil secara resmi nantinya juga akan dikerjakan bersama-sama dengan partai politik serta semua tim pasangan calon presiden-wakil presiden. Ia mengatakan, semua penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan masing-masing pihak bisa ikut mengawasi proses tersebut.

"Kita kawal bersama-sama proses penghitungan itu. Mudah-mudahan itu bisa menjadi mekanisme dimana kemurnian tiap suara yang diberikan oleh pemilih kita di TPS itu bisa kita jaga sampai di rekapitulasi tingkat nasional," kata dia lagi.

Lebih lanjut, ia mengatakan seharusnya semua partai politik mempunyai data lengkap dari semua TPS. Sebab, masing-masing dari mereka diberikan kesempatan untuk memberikan saksi di TPS. Ia melanjutkan, ketika pleno krekapitulais di tingkat kecamatan, maka saksi-saksi yang mengumpulkan C1 akan dibawa ke kecamatan.

Jadi, lanjut Pramono pihak dari masing-masing partai politk mempunyai data. Menurut dia, itulah proses rekapitualsi yang bersifat terbuka, partisipatif dan manual.

Baca Juga

"Terbuka dalam arti melalui rapat pleno terbuka dan memang diundang. Partisipatif karena KPU enggak menetapkan sendiri, asal ketok palu, tidak. Tapi jika ada masukan dari saksi pengawas pemilu pasti akan kita pertimbangkan bahkan sampai uji data mana yang valid dan akurat. Terakhir manual karena memang dari kertas yang ditandatangani basah," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA