Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Solo Siapkan 5.000 Penari Jaranan Meriahkan Hari Tari Dunia

Jumat 19 Apr 2019 17:04 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Kuda lumping.

Kuda lumping.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Aksi penari ini akan dicatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Sebanyak 5.000 penari disiapkan oleh Pemerintah Kota Solo untuk menarikan tari jaranan dalam memeriahkan Hari Tari Dunia di Stadion Sriwedari pada 29 April 2019. Aksi tersebut rencananya akan dicatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim, mengatakan, tari jaranan kemungkinan akan memecahkan rekor dalam menyambut Hari Tari Dunia.

"Agendanya ada tiga, yakni kuda-kuda, tari jaranan dan lagu dolanan jaranan. Setelah ini masih ada latihan tiga kali lagi," ujar dia, kepada wartawan di sela-sela mengawasi latihan bersama para penari jaranan tersebut di Stadion Sriwedari, Kamis (18/4).

Sebelum menggelar latihan bersama, para penari yang terdiri dari anak-anak usia SD dan SMP tersebut sudah berlatih di masing-masing rayon di tingkat Kecamatan dalam sebulan terakhir.

Dalam pementasan 29 April nanti, para penari akan membentuk tiga formasi. Masing-masing kepulauan Indonesia, tulisan Solo Kota Budaya dan Hari Tari Dunia 2019. Ketiga formasi tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkot terhadap budaya asli Indonesia, kebanggaan dengan Kota Solo dan perayaan Hari Tari Dunia.

Di samping itu, melalui kegiatan tersebut Pemkot ingin mengembangkan bakat seni generasi muda untuk menyiapkan regenerasi penari di Kota Solo. Para penari yang ikut latihan tersebut ada yang sebelumnya tidak bisa menari sama sekali dan ada yang sudah memiliki bakat menari.

"Dari ribuan penari yang ikut, pasti ada yang memiliki bakat menari luar biasa yang belum diketahui. Setelah unjuk gigi, mereka bisa lebih dikembangkan lagi bakatnya," ujarnya.

Sebelumnya, pada perayaan Hari Tari Dunia 2018, Pemkot Solo juga menggelar kegiatan yang sama. Namun, tahun lalu para penari membawakan tari gambyong.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA