Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Tokoh Perubahan Republika: Yenny Wahid

Ahad 21 Apr 2019 06:07 WIB

Red: Elba Damhuri

Co-Founder Wahid Foundation, Yenny Wahid

Foto:
Yenny Wahid menginisiasi dan menyebarkan toleransi melalui desa damai.

Para perempuan di desa-desa tersebut dibekali dengan akses permodalan untuk meningkatkan ekonomi mereka, dengan membuat usaha tingkat desa. One village, one product. Jadi secara ekonomi, sembilan desa tersebut menjadi lebih kuat.

Para ibu di desa tersebut memiliki tambahan penghasilan, melalui beragam usaha, seperti One Laundry, yang membuat agen laundry, serta One Cookies yang membantu produk kue para ibu untuk dijual dengan kemasan menarik sehingga memiliki daya jual lebih tinggi.

Yenny mengaku, sering memesan kue buatan ibu-ibu untuk dikirim ke duta besar. Mereka juga punya toko kue di Parung, Jateng dan Malang.

“Produknya dipasarkan dengan kita bantu kemasannya. Tadinya cuma plastik biasa. Dengan kemasan yang lebih bagus harga jualnya bisa dua kali lipat. Pak Jokowi juga sempat membuka toko kita saat Hari Perdamaian Dunia di Pesantren Annuqayah di Guluk, Madura,” tutur Yenny.

Tidak hanya memberi bantuan ekonomi, program ini juga melakukan transfer nilai, nilai-nilai tentang toleransi perdamaian dan untuk masa depan yang lebih cerah. Contohnya, dengan memfasilitasi cara membuat perencanaan keluarga.

“Dulunya terbelit utang, Sekarang bisa nabung. Sederhana memang, tapi syarat untuk orang bisa maju, dia punya target masa depan, dan mengelola hidupnya untuk mencapai target tersebut. Salah satunya, target keuangan sehingga masa depan lebih terjamin.”

Kesuksesan ini membawa badan PBB untuk pemberdayaan perempuan, UN Women, berinisiatif mengajak The Wahid Foundation untuk bekerja sama pada 2015. Kemudian tahun lalu, Yenny diundang ke PBB untuk mengenalkan program-program ini yang menunjukkan keberhasilan Indonesia mendorong perdamaian dan toleransi, sekaligus pemberdayaan perempuan.

UN Women kemudian mengundang dua perempuan penerima manfaat langsung program Desa Damai ke acara UN Women yang diselenggarakan di Jepang.

Yenny mengaku, ikut merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan membantu para wanita dalam program ini. Awalnya, mereka merasa tidak berarti. Kemudian mereka menjadi lebih percaya diri dengan diyakinkan bahwa perempuan memiliki nilai luar biasa dalam menanamkan nilai- nilai kepada anak-anak sejak kecil. Juga dalam mengelola persoalan rumah tangga dan menciptakan keluarga sakinah.

“Karena ini sesuai dengan ajaran Bapak saya dan keluarga saya, sesuai ajaran Islam: orang yang paling bermanfaat adalah orang yang berguna untuk sesama. Makanya dari kecil saya sudah berpikir, tidak boleh hidup hanya untuk diri sendiri,” kata Yenny.

(ed: erdy nasrul)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA