Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ibu Negara Peringati Hari Kartini di Solo

Ahad 21 Apr 2019 17:14 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Hasanul Rizqa

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah) memberikan sambutan saat menghadiri acara peringatan Sewindu Himpunan Ratna Busana di Batik Danar Hadi, Solo, Jawa Tengah, Ahad (21/4/2019).

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah) memberikan sambutan saat menghadiri acara peringatan Sewindu Himpunan Ratna Busana di Batik Danar Hadi, Solo, Jawa Tengah, Ahad (21/4/2019).

Foto: Antara/Ardi Kuncoro
Peringatan Hari Kartini itu sekaligus merayakan delapan tahun Himpunan Ratna Busana

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Ibu Negara Iriana Joko Widodo ikut menghadiri acara peringatan Hari Kartini di Dalem Wuryaningratan, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Ahad (21/4). Dalam kesempatan ini, puluhan tokoh perempuan ikut mendampinginya.

Baca Juga

Acara kali ini sekaligus memperingati delapan tahun Himpunan Ratna Busana (HRB) Kota Solo. Seluruh peserta yang hadir mengenakan busana perempuan dari tiap daerah di Indonesia.

Acara diawali dengan menari Gambyong bersama-sama. Iriana yang tampak mengenakan kebaya warna putih serta bawahan batik dan selendang warna kuning tampak ikut menari. Di dekatnya, ada pengusaha batik Danar Hadi Danarsih Santosa serta Wakil Ketua HRB Solo, Febri Dipokusumo.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembagian tumpeng kepada peserta dan warga umum yang beraktivitas di gelaran Hari Bebas Kendaraan (car-free day/CFD) di Jalan Slamet Riyadi.

Iriana menuturkan, sebelumnya dirinya langsung mencari tiket penerbangan ke Solo begitu mengetahui adanya peringatan Hari Kartini oleh HRB. Dia teringat, dirinya dan sang suami pernah menghadiri acara HRB di Solo. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat sebagai wali kota Solo.

"Setelah itu ingat terus. Terus Pak Jokowi jadi gubernur DKI, kami masih ingat ibu-ibu HRB yang ada di Solo diundang Pak Jokowi ke Jakarta untuk mengenalkan HRB di Solo dan Jakarta Betawi," terangnya, Ahad (21/4).

"Untuk ikatan ini saya berharap ibu-ibu nanti bisa ke Jakarta lagi tapi untuk tanggal mungkin harus menyesuaikan saya dan Pak Jokowi. Untuk mengingatkan, bahwa HRB di Kota Solo masih solid dan eksis. Karena, selama ini saya dengar hanya HRB di Solo, di Jakarta saya belum pernah diundang. Masih ada atau tidak, saya tidak paham," sambung Iriana lagi.

Sementara itu, Danarsih Santosa menuturkan, acara peringatan sewindu HRB Solo ini seolah kembali menegaskan, Ibu Negara Iriana Widodo sebagai salah satu penasehat organisasi tersebut. Sebab, HRB Solo berdiri sejak Jokowi masih menjabat sebagai wali kota Solo. Selain itu, kesempatan kali ini juga dimanfaatkan untuk memeringati Hari Kartini, yang juga hari lahirnya HRB pada bulan April.

"Kami HRB adalah kumpulan dari ibu-ibu pecinta busana daerah. Kami ingin menghidupkan busana daerah. Karena kalau tidak, bisa-bisa orang melupakan. Kadang-kadang kami pergi ke daerah-daerah untuk mempelajari kain-kain daerah untuk dikenakan supaya bisa menjadi baju sehari-hari supaya kita tidak melupakan kedaerahan kita," papar perempuan berusia 72 tahun tersebut.

Ketua Panitia acara yang juga Wakil Ketua HRB Solo, Febri Dipokusumo, mengatakan, peringatan Hari Kartini dan sewindu HRB Solo tersebut mengambil tema "Kartini Menari Cantik." Acara dibuka dengan tarian gambyong bersama-sama.

photo
Ibu negara, Iriana Jokowi, ikut merayakan peringatan Hari Kartini di Dalem Wuryaningratan, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (21/4). Iriana turut menari gambyong bersama-sama saat pembukaan acara tersebut.

"Kami semua bukan penari, tapi kami menginginkan perempuan-perempuan di Kota Solo bisa menginsipirasi perempuan di Indonesia bahwa perempuan harus luwes, anggun, mencintai budayanya, kain-kain nusantara dan mencintai kebhinekaan ini," terang Febri.

Meskipun sehari-hari anggota HRB Solo bekerja dan beraktivitas, mereka mengharapkan kegiatan yang dilakukan ada sentuhan etnik nusantara yang dipakai. Tujuannya supaya mengingatkan kembali kekayaan Indonesia yang luar biasa dan kebhinekaan yang harus dijaga.

"Kami juga bersyukur karena Bu Iriana sejak berdirinya HRB Solo sudah menjadi pembina kami. Beliau bersama Pak Jokowi sangat mencintai nusantara Indonesia. Beliau sangat mendukung kegiatan kami untuk nguri-nguri kebudayaan dan kekayaan nusantara," imbuhnya.

"Jadi, kalau perempuan di Indonesia mengenal dan mencintai budaya bangsanya, saya rasa kebhinekaan dan keutuhan NKRI ini bisa terjaga dengan baik. Karena berangkat dari perempuan. Perempuan punya energi cukup besar dan memiliki gairah kecintaan terhadap budaya," pungkas Febri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA