Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Hasto Bakal Cek Kabar Mundurnya Bupati Mandailing Natal

Ahad 21 Apr 2019 20:06 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto bersama Wakil Direktur Direktorat Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Lukman Edi memaparkan penjelasan di War Room Real Count, Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Ahad (17/4).

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto bersama Wakil Direktur Direktorat Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Lukman Edi memaparkan penjelasan di War Room Real Count, Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Ahad (17/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Beredar kabar Bupati Mandailing Natal mundur setelah Jokowi-Maruf kalah di daerahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto belum bisa mengkonfirmasi kabar pengunduran diri Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution. Hasto merasa baru mengetahui soal surat pengunduran diri Dahlan ketika ditemui wartawan di Jakarta, Ahad (21/4).

"Untuk itu kami akan konsultasikan dulu. Tentu saja saya juga belum melihat secara detail. Kami melakukan konfirmasi terlebih dahulu ya nanti," kata Hasto dalam pertemuan dengan wartawan.

Ia membantah kabar kekalahan pasangan Jokowi-Maruf di wilayah tersebut sebagai penyebab pengunduran diri Dahlan. Ia menekankan hasil pemilihan bukan tanggung jawab pejabat daerah, tapi tim kampanye daerah. Hasto hanya mengkonfirmasi Dahlan bukan tergolong tim kampanye Jokowi-Maruf di tingkat nasional atau daerah.

"Kalau ketentuan undang-undang kan kepala daerah enggak boleh jadi ketua tim pemenangan. Hanya jadi pengarah. Karena itulah yang bertanggung jawab memenangkan atau tidak secara formal adalah tim kampanye itu sendiri," ujar Sekjen PDIP itu.

Sebelumnya, beredar surat Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution di dunia maya menyatakan mundur dari jabatannya. Surat pengunduran diri tersebut ditujukan kepada Presiden Jokowi. Kabarnya, pengunduran diri Bupati Dahlan akibat gagal memenangkan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA