Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Perwira Polisi Tana Toraja Meninggal Saat Pengamanan Pemilu

Ahad 21 Apr 2019 21:47 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Simulasi pengamanan Pemilu 2019.

[ilustrasi] Simulasi pengamanan Pemilu 2019.

Foto: Republika/Bayu Adji P
Ipda Paulus meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Seorang perwira Polres Tana Toraja Inspektur Polisi Dua (Ipda) Paulus Kenden meninggal dunia setelah melaksanakan tugasnya sebagai anggota pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ipda Paulus meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan.

"Kembali kita kehilangan anggota terbaik kita dan beliau meninggal dalam melaksanakan tugasnya Minggu sore," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani di Makassar, Ahad (21/4).

Dicky mengatakan korban Ipda Paulus meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih Toraja setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Makale-Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Toraja, Ahad (21/4) sekitar pukul 13.20 WITA. Dicky menerangkan, Ipda Paulus sejak awal tahapan hingga rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi salah satu perwira pengendali keamanan.

Ipda Paulus yang setiap harinya sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaurbinopsnal) Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Tana Toraja ini dinyatakan meninggal dunia oleh dokter rumah sakit saat sore harinya. "Korban saat dalam perjalanan ke rumah sakit masih dalam kondisi sadar yang saat itu menggunakan truk. Tetapi setelah tiba di rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter," katanya.

Dicky menjelaskan, awalnya korban yang mengendarai sepeda motor Honda trail bergerak dari arah utara menuju selatan sedangkan pengemudi mobil minibus Wuling DD 1592 VB bergerak dari arah selatan ke utara. Korban yang beriringan dengan tiga motor berusaha melambung motor yang ada di depannya, namun di saat bersamaan sopir mobil minibus yang dikemudikan oleh Albert Tondatuan berhenti tiba-tiba. Akibatnya, korban yang kaget dan mengerem motornya itu menabrak mobil minibus tersebut dan langsung terpental.

"Setelah kejadian itu warga dan pengendara lainnya berusaha menolong korban dan membawanya ke rumah sakit dengan menggunakan truk, tapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan," terangnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA