Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Menengok 'War Room' TKN Jokowi-Maruf

Ahad 21 Apr 2019 23:36 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Sejumlah petugas saat menginput data formulir C1 di War Room Real Count, Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Ahad (17/4).

Sejumlah petugas saat menginput data formulir C1 di War Room Real Count, Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Ahad (17/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
'War room' adalah tempat kubu paslon 01 melakukan penghitungan suara secara internal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf mengungkap dapur 'war room' mereka yang terletak di Hotel Grand Melia pada Ahad, (21/4). 'War room' merupakan tempat kubu 01 melakukan perhitungan suara secara internal.

'War room' berada di ruangan seluas sekitar 150 meter persegi. Terdapat belasan kubikel dengan puluhan komputer merek HP berwarna putih. Total ada 240 orang yang ditugaskan di 'war room' dengan pembagian tiga shift, 80 orang per hari. 'War room' sudah aktif selama sepekan terakhir.

Wakil Direktur Saksi TKN, Lukman Edi mengatakan kehadiran 'war room' untuk entri data sekaligus verifikasi seluruh form C1 di Indonesia. Hingga Ahad, (21/4) pukul 17.00 WIB, data yang masuk sudah 14,6 persen. Beda tipis dengan data masuk di KPU sekitar 11 persen.

Awalnya TKN menargetkan entri data sudah mencapai 50 persen pada H+1 pemilu. Namun TKN terkendala tak adanya rekap data per Desa.

"Kendalanya sama (dengan KPU), tidak ada rekap per desa seperti pemilu sebelumnya. Tapi langsung di kecamatan, dimulai hari ini. 1-2 hari ke depan, peningkatan entri data bakal lebih cepat," katanya pada wartawan.

Edy menyatakan 'war room' punya teknologi tingkat tinggi. Sehingga bila ada form C1 palsu dapat langsung dideteksi lalu tak digunakan. Hal ini serupa dengan sistem KPU.

"Sistem IT kami deteksi kalau ada C1 palsu. Kami langsung temukan ketika ada serangan C1 palsu. Kami gunakan cara itu untuk kroscek secara IT," ujarnya.

Koordinator Utama IT saksi dari Direktorat Saksi TKN, Nova menambahkan rata-rata petugas di war room berpendidikan minimal D3. Mereka mesti menyatakan komitmen kerahasiaan untuk bisa bekerja di 'war room'. Rata-rata pengentri data bekerja 8-10 jam, tergantung kepadatan data.

"Mereka dipastikan tidak membocorkan data dan tidak mencurangi kami, karena itu bisa dideteksi," sebutnya.

Nova menjelaskan, tugas pengentri data tinggal memasukan data dari foto form C1. Seperti total jumlah suara bagi masing-masing kubu dan lokasi TPS secara rinci. Kesemua data dimasukan ke aplikasi Kawal Saksi milik TKN. Dari sana, data dikonversi menjadi angka perolehan suara.

"Ini tugas yang mudah, kami terbuka, buat apa ditutup-tutupi," ucapnya.

Hingga saat ini, perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di angka 55,16 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 44,84 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA