Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Kebutuhan Pokok di Sleman Alami Kenaikan

Jumat 19 Apr 2019 16:40 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Hafil

Kebutuhan pokok (ilustrasi)

Kebutuhan pokok (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Pemkab Sleman akan terus melakukan pemantauan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sejumlah kebutuhan pokok jelang bulan suci Ramadhan di Kabupaten Sleman mulai mengalami kenaikan harga. Kenaikan malah sudah terjadi terlihat dari harga bawang, ayam, telur dan tepung terigu.

Hal itu diketahui usai pantauan yang dilakukan di Pasar Prambanan. Pantauan harga sendiri dilaksanakan Pemkab Sleman dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DI Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, pantauan dipimpin Wakil Bupati Sleman. Turut mendampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perkinanan dan Kepala Perekonomian.

Pantauan secara khusus dilakukan di lantai dua Pasar Prambanan yang memang diperuntukkan untuk sembako. Ditemukan sejumlah kenaikan harga seperti bawang merah dan bawang putih.

Kenaikan turut terjadi kepada ayam, telur, dan tepung terigu. Namun, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun memastikan, kenaikan harga yang terjadi masih terbilang rendah.

"Misal tadi ayam dan telur, naik sedikit, tidak sampai satu persen," kata Sri, Kamis (18/4).

Ia berpendapat, kenaikan seperti untuk bawang merah dan bawang putih terjadi karena saat ini sedang langka. Terlebih, saat ini memang belum memasuki masa panen.

Sri menekankan, tidak semua sembako alami kenaikan. Ada minyak goreng yang hampir tidak mengalami kenaikan, daging sapi yang relatif stabil, dan ayam kampung yang justru turun.

Namun, ia mengingatkan, untuk harga ayam kampung biasanya baru bergejolak menjelang Lebaran, bukan Ramadhan. Artinya, harga baru terlihat naik biasanya selama bulan puasa.

Untuk itu, Sri meminta jajaran-jajaran terkait melakukan pemantauan secara rutin. Setelah ini, pantauan rencananya akan dilakukan kembali ketika bulan suci Ramadhan berlangsung.

Tujuannya, lanjut Sri, tidak lain agar mengetahui secara pasti adanya kenaikan harga atas komoditas di pasar-pasar. Jika ditemukan harga yang naik, akan dilakukan antisipasi agar terkendali.

"Meskipun sebetulnya di sini sudah dipasang patokan harga pasar agar pembeli memiliki gambaran harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Prambanan ini," ujar Sri.

Sri menambahkan, pantauan ini dilakukan sekaligus sebagai langkah sosialisasi agar pedagang-pedagang mengambil produk hasil asli Kabupaten Sleman. Misalnya, beras yang produksinya sedang tinggi.

Secara umum, ia merasa kenaikan belum secara signifikan terjadi. Kalaupun ada persentasenya kecil, terjadi kepada merk-merk tertentu, dan harga-harga masih relatif stabil. "Artinya, semua ini masih terkendali," kata Sri.

Terlepas dari harga, kondisi Pasar Prambanan perlu mendapatkan apresiasi. Pasalnya, walau berisikan komoditas pokok tapi terbilang bersih dan nyaman.

Walau masih ada beberapa pedagang yang agak abai, tapi secara umum lantai-lantai pasar yang merupakan ubin putih cukup bersih. Hal itu tampak membuat nyaman pembeli.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA