Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Jembatan Siak IV Jadi Obyek Wisata Baru di Pekanbaru

Sabtu 23 Mar 2019 06:25 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Gubernur Riau Syamsuar (tengah) melakukan pengecekan akhir di Jembatan Siak IV pada hari pertama pengoperasian jembatan itu di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (18/3/2019).

Gubernur Riau Syamsuar (tengah) melakukan pengecekan akhir di Jembatan Siak IV pada hari pertama pengoperasian jembatan itu di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (18/3/2019).

Foto: Antara/FB Anggoro
Jembatan ini ramai didatangi pengunjung, terutama pada sore hari.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kota Pekanbaru kini memiliki ikon wisata baru. Ikon itu adalah yakni Jembatan Siak IV yang berdiri kokoh di Jalang Jenderal Sudirman Ujung. Hampir setiap hari, jembatan yang baru dibuka untuk umum pada 18 Maret 2019 itu ramai pengunjung, terutama pada sore hari.

Baca Juga

Jika ingin menikmati pemandangan Sungai Siak dari jembatan, pengunjung harus rela memarkir kendaraannya di ujung jembatan. Selanjutnya mereka harus berjalan kaki ke atas.

Di sisi jembatan, disediakan trotoar untuk pejalan kaki yang hendak menyeberang atau hanya sekadar melihat pemandangan sekitar atau mengagumi jembatan itu. Saat berada di tengah jembatan, segerombolan pemuda umumnya asyik berswafoto berlatar pemandangan jembatan atau Sungai Siak yang airnya berwarna cokelat.

Budi, warga Kabupaten Pelalawan bahkan menyempatkan khusus untuk melintas di atas jembatan senilai Rp 483 miliar itu, hanya sekadar ingin menjajal suasana baru. "Sesekali foto-foto juga di sini seperti anak muda," ucapnya.

Jembatan Siak IV sebenarnya sudah diresmikan pada Februari 2019, di akhir masa jabatan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. Saat diresmikan, Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau bisa juga disebut Jembatan Marhum Bukit. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan ke-4 Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit.

Namun, saat peresmian jembatan tersebut belum mengantongi sertifikat kelayakan dari Menteri PU. Sehingga saat itu, jembatan tidak bisa langsung dibuka untuk umum.

Gubernur Riau Syamsuar berharap seluruh masyarakat bisa memanfaatkan jembatan tersebut sesuai kapasitas dan mau menjaganya bersama. "Jadi ya saya harap masyarakat sayang pada jembatan ini, dan harapan kami ada kontrol juga. Kadang jembatan kurang dikontrol, bautnya diambil orang juga," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA