Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Pengamat: Terprovokasi oleh Hoaks, Tanda Kita Belum Kritis

Selasa 23 Apr 2019 06:05 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Berita Hoaks

Berita Hoaks

Foto: Kemenko PMK
Masyarakat diserukan agar tak mudah terprovokasi oleh hoaks di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Syaiful Wahab, mengatakan masyarakat perlu berhati-hati dan mengkritisi berbagai informasi terkait hoaks terkait hasil Pemilu 2019 di media sosial belakangan ini. Dia mengajak untuk menghormati dan mempercayai lembaga penyelenggara pemilu sekaligus mengawasinya bersama-sama agar mereka dapat bekerja dengan baik.

Baca Juga

"Jika kita masih terpancing dan terprovokasi oleh berita dari media sosial yang tak bertanggung jawab, berarti kita masih belum sadar dan kritis," kata Syaiful saat dihubungi dari Pekanbaru, Senin.

Menurut Syaiful, media massa arus utama mestinya juga tidak perlu menyajikan berita-berita tentang reaksi massa atau tanggapan para elite politik atau isu-isu yang muncul di sekitar hasil pemilu. Ia khawatir itu akan memprovokasi dan membuat masyarakat semakin terpolarisasi.

"Cobalah fokus pada isu perolehan suara kandidat di daerah pemilihan, pemilu legislatif yang terabaikan, atau masalah teknis lainnya," ujarnya.

Syaiful mengatakan, media massa arus utama dan pemilik akun media sosial harus menahan diri untuk tidak mengekspose pernyataan-pernyataan elite politik yang sekedar mencari popularitas dengan membangkitkan simpati dan emosi massa. Ia mengajak warga negara ini, untuk melihat hari-hari sesudah pemungutan suara, massa sudah beraktivitas kembali seperti sediakala.

"Janganlah dipancing-pancing lagi emosinya untuk kepentingan ambisi para elite politik," kata Syaiful.

Menurut Syaiful, masyarakat harus membiarkan KPU, Bawaslu, DKPP, MK, kepolisian dan lembaga peradilan bekerja untuk memastikan bahwa pemilu sudah berjalan dengan jujur, adil, demokratis dan berintegritas. Jika ketidakpercayaan itu terus terjadi, ia khawatir keutuhan negara akan terimbas.

"Mereka yang ada di belakang ini akan bertepuk tangan. Semoga saja ini tidak terjadi," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA