Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Pemkot Siapkan Lahan Parkir untuk Museum Baru Bogor

Senin 22 Apr 2019 16:41 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sekjen Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro (kedua kanan) bersama mantan Menteri Pertanian Suswono (ketiga kiri) dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (tengah) meninjau Museum Pertanian Nasional Indonesia di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (22/4).

Sekjen Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro (kedua kanan) bersama mantan Menteri Pertanian Suswono (ketiga kiri) dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (tengah) meninjau Museum Pertanian Nasional Indonesia di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (22/4).

Foto: Antara
Pemkot Bogor sedang mencari solusi parkir untuk museum di pusat kota.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Setelah Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan Museum Tanah dan Pertanian di Jalan Juanda Kota Bogor Jawa Barat, Senin (22/4), giliran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan kantung parkir baru. Alasannya museum berlokasi di pusat kota.

"Semakin banyak pusat kegiatan di tengah kota kan artinya tambah macet, kita coba cari solusi-solusinya," ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat menghadiri peresmian Museum Tanah dan Pertanian.

Meski begitu, ia belum tahu pasti opsi mana yang akan dipilih untuk menangani parkir kendaraan di pusat kota. Pasalnya, kini Kebun Raya Bogor (KRB) pun belum memiliki tempat parkir untuk pengunjungnya.

"Apakah kita akan bikin park and ride, tampat parkir kemudian mereka naik sarana angkutan tertentu ke pusat pariwisata," pikirnya.

Ia berharap, ke depan pusat Kota Bogor tertata mengenai tempat parkir maupun transportasi umumnya. Dedie juga meminta para pemangku kepentingan ikut memikirkan mengenai penataan parkir.

"Artinya mereka juga harus siapkan fasilitas-fasilitas penunjang. Termasuk Kebun Raya, apakah Kebun Raya menyediakan lahan parkir, kan belum. Nah, ke depan harus sama-sama dipikirkan," kata Dedie.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro di tempat yang sama mengatakan, bangunan museum ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berisi pengetahuan mengenai pertanian sejarah pertanian masa lalu, mulai dari sebelum kolonial sampai masa kolonial. Lantai dua berisi replika alat-alat pertanian mulai Indonesia merdeka.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA