Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Wagub Babel Minta Pedagang tak Naikkan Harga Kebutuhan Pokok

Selasa 23 Apr 2019 14:45 WIB

Red: Christiyaningsih

Ilustrasi penjual cabai di pasar tradisional.

Ilustrasi penjual cabai di pasar tradisional.

Kenaikan harga kebutuhan pokok akan memberatkan masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah meminta pedagang tidak menaikkan harga kebutuhan pokok melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan harga kebutuhan pokok akan memberatkan ekonomi masyarakat dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriyah.

"Kita akan menindak pedagang yang menjual sembako di atas HET," kata Abdul Fatah saat meninjau stok dan harga sembako di Pasar Pagi Pangkalpinang, Selasa (23/4). Pedagang diharapkan tidak memanfaatkan kondisi atau momen Ramadhan dan Idul Fitri dengan menaikkan harga setinggi-tingginya.

Lonjakan harga kebutuhan pokok akan memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan beras, minyak goreng, gula pasir, sayur mayur, daging, dan kebutuhan lainnya. "Saat ini sudah ada beberapa komoditi bahan pokok yang naik seperti ayam potong yang biasanya Rp 26 ribu naik menjadi Rp38 ribu per kilogram," ujarnya.

Selain itu harga bawang merah yang biasanya Rp 28 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Bawang putih naik menjadi Rp 44 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram. "Kita bersama Dirjen PKTN Kemendag, satgas pangan, dan para pelaku usaha serta distributor segera merapatkan hasil peninjauan ini, sekaligus memetakan jalur distribusi," katanya.

Edi, salah satu pedagang di pasar pagi Pangkalpinang, mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok sudah mulai dari pekan lalu. Naiknya harga ini karena besarnya permintaan masyarakat dan stok yang kurang. "Sudah lebih dari seminggu harga bawang merah, bawang putih, ayam ini naik karena seperti biasa juga setiap kali menjelang puasa dan Lebaran. Adanya kenaikan harga ini pembeli juga menurun," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA