Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

MUI Jatim Imbau Capres-Cawapres tak Saling Klaim Kemenangan

Selasa 23 Apr 2019 14:49 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Gedung Majelis Ulama Indonesia, ilustrasi

Gedung Majelis Ulama Indonesia, ilustrasi

MUI Jatim minta semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH. Abdussomad Bukhori mengajak seluruh keluarga besar bangsa Indonesia untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu 2019. Pengawalan menurutnya perlu dilakukan hingga penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh KPU secara definitif berdasarkan konstitusi, dengan sifat taat berkonstitusi.

"Maka meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional  tersebut  melalui cara cara langsung atau tidak langsung," kata Abdussomad di Kantor MUI Jatim, Jalan Dharmahusada Selatan Nomor 5 Surabaya, Selasa (23/4).

Abdussomad juga berharap kedua pasangan Capres-Cawapres maupun tim pendukung, tidak melakukan klaim-klaim kemenangan sebelum ada keputusan resmi dari KPU. Menurutnya, klaim kemenangan oleh kedua pasangan Capres-Cawapres, dapat dan telah menimbulkan eforia dari pendukung masing-masing, yang potensial menimbulkan konflik di kalangan rakyat.

Abdussomad juga menyeruhkan semua pihak, baik tim sukses, relawan, dan pendukung Capres-Cawapresc untuk dapat menahan diri. Maksudnya untuk tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri, dalam menyelesaikan setiap sengketa.

"Sengketa harus diselesaikan melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat kepada konstitusi," ujar Abdussomad.

Abdussomad kemudian secara khusus mendesak lembaga hukum dan keamanan, yaitu Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri, untuk mengemban amanat dan tanggung jawab dengan tidak mengedepankan kepentingan. Dia juga menyerukan kepada umat Islam khususnya, agar dapat menyatukan hati, pikiran, dan langkah, untuk menegakkan persaudaraan ke-Islaman atau ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan kebangsaan atau ukhuwah wathaniyah.

"Mengajak umat beragama, khususnya umat Islam untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia aman dan sentosa, rukun, serta damai, agar terhindar dari malapetaka perpecahan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA