Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Pastikan akan Temui Sandi, Kiai Maruf Tunggu Hasil Negosiasi

Selasa 23 Apr 2019 15:38 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Andri Saubani

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin membaca koran di rumahnya, Jakarta.

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin membaca koran di rumahnya, Jakarta.

Foto: Antara
Kiai Maruf menilai perlu ada rekonsiliasi usai Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 01, Kiai Maruf Amin mengungkapkan keinginannya untuk bertemu calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. Namun, Maruf mengatakan hingga kini belum ada kejelasan kapan keduanya akan bertemu.

Baca Juga

“Kita lagi tunggu negosiasinya bagaimana, belum ada kepastian, kita tunggu waktu saja,” kata Maruf Amin saat ditemui di Gedung MUI Pusat Jakarta, Selasa (23/4).

Pertemuan itu, menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini merupakan langkah rekonsiliasi antara dua kubu paska Pilpres 2019. Maruf juga meyakinkan dirinya dan mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu akan segera bertemu dalam waktu dekat.

“Pasti pasti (bertemu). Kita harus rekonsiliasi," kata Maruf.

Maruf mengatakan, rekonsiliasi merupakan momentum tepat untuk mengutuhkan kembali persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Dia menjelaskan, kepentingan bangsa dan negara harus dinomorsatukan ketimbang membela kepentingan kelompoknya masing-masing usai Pilpres 2019.

"Keutuhan bangsa harus kita utamakan. Daripada kepentingan kelompok dan pihak pihak tertentu, karena negara bangsa ini harus kita nomor satukan, kita jaga keutuhannya, karena itu pemilu, pilpres yang lalu sudah selesai, itu kita tetap utuh kembali menyatu kembali dan melakukan rekonsiliasi," kata dia.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari banyaknya imbauan berbagai pihak agar terjadi rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Dia menilai rekonsiliasi dilakukan kalau terjadi konflik, namun saat ini tidak ada konflik, yang ada adalah perdebatan terkait perbedaan hasil.

"Perdebatan itu biasa saja dalam setiap kompetisi. Jadi rekonsiliasi itu bisa dilakukan kalau ada konflik, ini tidak ada," kata Dahnil, di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (22/4).

Dahnil menegaskan, fokus Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi saat ini adalah rekapitulasi suara yang ada dalam form C1 plano. Tujuannya agar tidak terjadi kecurangan.

"BPN Prabowo-Sandi fokus mengawal C1, dan kami sedang mengumpulkan banyak sekali fakta (kecurangan) yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)," kata Dahnil.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA