Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

ISIS Klaim Dalangi Teror Bom Sri Lanka

Rabu 24 Apr 2019 07:03 WIB

Rep: Kamran Dikarma, Rizky Jaramaya/ Red: Elba Damhuri

Evakuasi pascaserangan bom di Sri Lanka

Polisi dan militer berjaga di area Gereja St Sebastian di Negombo, di utara Kolombo, yang menjadi salah satu sasaran bom pada Ahad (21/4). Dua ratusan korban tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan bom di delapan lokasi di ibu kota Sri Lanka.

Foto:
ISIS mengumumkan sebagai pelaku teror bom Sri Lanka melalui media propaganda mereka.

Menteri Muda Bidang Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene menyebut, pengeboman terhadap gereja dan hotel mewah di negaranya merupakan aksi balasan dari peristiwa penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Maret lalu.

“Penyelidikan awal telah mengungkapkan bahwa ini sebagai pembalasan atas serangan masjid Selandia Baru,” ujar Wijewardene saat berbicara kepada parlemen Sri Lanka, Selasa (23/4).

Kendati demikian, dia tak menjelaskan mengapa otoritas berwenang meyakini terdapat hubungan antara penembakan masjid di Chirstchurch dengan pengeboman gereja di negara tersebut. Wijewardene hanya mengatakan bahwa dua kelompok ekstremis Sri Lanka bertanggung jawab atas serangan bom.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian Sri Lanka. Polri memastikan tidak ada keterlibatan jaringan kelompok radikal di Indonesia dalam aksi teror di Sri Lanka. Sampai saat ini, tidak ada juga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

Juru Bicara Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Dedi Prasetyo mengatakan, kepolisian Kolombo menyimpulkan aksi terorisme di negara tersebut dilakoni kelompok lokal.

“Sampai dengan hari ini (kemarin-Red), kepolisian RI dan Sri Lanka sudah mengidentifikasi pelaku dan korban. Belum ada korban dan pelaku yang merupakan WNI (warga negara Indonesia),” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/4).

Menurut Dedi, Polri secara intensif menggali informasi dari kepolisian Sri Lanka terkait ada atau tidaknya keterlibatan WNI.

Sempat berkembang informasi bahwa salah satu pelaku bom bunuh diri bernama Insan Setiawan yang diduga sebagai WNI. Namun, Mabes Polri memastikan ada kesalahan pengutipan nama pelaku tersebut. Dedi melanjutkan, nama yang dimaksud adalah Insan Seelawan atau Seelavan Hinsamy.

Kepolisian Sri Lanka, kata dia, memastikan Seelawan atau Seelaan merupakan warga negara Sri Lanka. “Kami (Polri) sudah mengonfirmasi nama yang dimaksud adalah warga Sri Lanka, bukan WNI,” kata dia.

(fergie nadira/bambang noroyono ed: satria kartika yudha)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA