Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

BPN Komentari Imbauan Rekonsiliasi Pascapilpres

Rabu 24 Apr 2019 00:29 WIB

Red: Andri Saubani

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dian Fatwa memberikan penjelasan kepada wartawan. Dian memberikan keterangan seusai acara rilis survei Voxpol di sebuah restoran di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/4).

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dian Fatwa memberikan penjelasan kepada wartawan. Dian memberikan keterangan seusai acara rilis survei Voxpol di sebuah restoran di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/4).

Foto: Republika/Riza Wahyu Pratama
BPN Prabowo-Sandi menilai pemilu bukan sebuah perang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dian Islamiati Fatwa menanggapi pernyataan beberapa pihak yang menginginkan adanya rekonsiliasi antara capres 01 Joko Widodo dengan capres 02 Prabowo Subianto. Dia mengatakan, pemilu bukan sebuah perang sehingga tidak perlu ada agenda rekonsiliasi antara pihaknya dengan siapa pun.

"Apanya yang direkonsiliasikan? Kita kan sedang tidak perang, hanya berkompetisi yaitu pemilu saja," kata Dian dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/4).

Dian mengatakan, Prabowo dan Sandiaga saat ini bersama tim BPN sedang sibuk menginventarisir C1 Plano yang dikumpulkan para relawan dari seluruh pelosok negeri. Menurut dia, bagi Prabowo-Sandi, Pemilu bukan persoalan kalah dan menang namun bagaimana rakyat dapat merasakan keadilan.

"Bagi Prabowo-Sandi, pemilu bukan hanya persoalan kalah dan menang, tapi bagaimana rakyat merasakan keadilan ketika rakyat tidak punya tempat mengadu," ujarnya.

Selain itu, Dian mengaku optimis menatap Indonesia karena melihat antusiasme masyarakat ikut berpartisipasi dalam pemilu. Menurut dia, rakyat menginginkan ada perubahan untuk negeri ini untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

"Dengan tujuan sama yakni masyarakat yang adil dan makmur, yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa kita," katanya.

Sebelumnya, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari banyaknya imbauan berbagai pihak agar terjadi rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Dia menilai rekonsiliasi dilakukan kalau terjadi konflik, namun saat ini tidak ada konflik, yang ada adalah perdebatan terkait perbedaan hasil.

"Perdebatan itu biasa saja dalam setiap kompetisi. Jadi rekonsiliasi itu bisa dilakukan kalau ada konflik, ini tidak ada," kata Dahnil, di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (22/4).

Dahnil menegaskan, fokus Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi saat ini adalah rekapitulasi suara yang ada dalam form C1 plano. Tujuannya agar tidak terjadi kecurangan.

"BPN Prabowo-Sandi fokus mengawal C1, dan kami sedang mengumpulkan banyak sekali fakta (kecurangan) yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)," kata Dahnil.

Dia menilai situasi yang 'panas' di masyarakat pasca-pencoblosan suara disebabkan masyarakat melihat adanya kecurangan yang sifatnya TSM. Menurut dia, BPN Prabowo-Sandi terus bekerja memastikan akumulasi suara Prabowo-Sandi terakumulasi dengan benar dan akan menyampaikan fakta-fakta dugaan kecurangan pemilu yang berlangsung secara TSM.

"Silakan saja TKN Jokowi-Maruf melakukan analisis hasil real count kami, itu artinya mereka sangat peduli dan khawatir. Namun yang pasti, kami sedang proses pengumpulan C1, jadi ketika mereka menganalisa, mau menggunakan data mana," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA