Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

KPU: Pihak yang Menuduh KPU Curang, Silakan Datang

Rabu 24 Apr 2019 21:20 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Esthi Maharani

Ilustrasi penghitungan suara KPU.

Ilustrasi penghitungan suara KPU.

Foto: mgrol100
KPU akan menjelaskan secara transparan dan terbuka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasym Asy'ari, mengatakan tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang menuduh KPU melakukan kecurangan. Sebagaimana diketahui, KPU dituduh melakukan kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif.

Hasyim meminta pihak-pihak yang menuduh KPU melakukan kecurangan untuk  datang ke KPU. Ia pun menegakan KPU akan menjelaskan secara transparan dan terbuka.

"Kalau mau tabayyun, mau klarifikasi, ke KPU. Kami kan terbuka setiap hari. Tugas KPU utama itu ada dua yakni melayani pemilih dan melayani peserta pemilu," ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (24/4) malam.

Hasyim juga mempersilahkan pihak-pihak yang menuduh KPU curang untuk melaporkan ke Bawaslu. Jika KPU diduga melanggar aturan, maka salah satu mekanisme hukumnya ke Bawaslu.

"Ya silahkan ke Bawaslu, kalau itu dianggap pelanggaran ke sana (Bawaslu)," lanjut dia.

Dia menegaskan,  sesuai dengan prinsip hukum, setiap orang yang mendalilkan sesuatu, maka harus membuktikan dalil tersebut. Menurut dia, ketika ada pihak yang menuduh KPU curang, maka beban pembuktian terletak pada pihak yang menuduh.

"Bukan dibiarkan, secara hukum orang itu kan prinsipnya barang siapa mendalilkan, harus membuktikan. Kalau orang nyebut curang nyebut manipulasi, beban pembuktian kepada yang ngomong," tegas Hasyim.

Sebelumnya, ratusan orang melakukan unjuk rasa di Kantor Bawaslu dan DKPP Rabu (24/4) pagi. Mereka meminta agar Bawaslu dan DKPP menyatakan Pemilu 2019 curang, bahkan curang secara terstruktur, sistematis dan masif.Dalam aksi tersebut hadir tokoh 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, Ferry Juliantono, Marwan Batubara dan Ahmad Yani.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA