Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Menhub: Indonesia Butuh Kesatuan Berpikir untuk Masa Depan

Kamis 25 Apr 2019 01:20 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Reiny Dwinanda

Para penerima Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Ketua Wahid Foundation Yenny Wahid,Takmir Masjid Jogokarian Yogyakarta Ustad Jazir ASP,Ketua HIPMI Bahlil Lahadia dan Rektor Universitas Sorong Rustamadji berfoto bersama saat malam Anugerah okoh Perubahan Republika 2018 di Jakara, Rabu (24/4).

Para penerima Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Ketua Wahid Foundation Yenny Wahid,Takmir Masjid Jogokarian Yogyakarta Ustad Jazir ASP,Ketua HIPMI Bahlil Lahadia dan Rektor Universitas Sorong Rustamadji berfoto bersama saat malam Anugerah okoh Perubahan Republika 2018 di Jakara, Rabu (24/4).

Foto: Republika/Prayogi
Menhub mengatakan Indonesia butuh kesatuan berpikir untuk bangsa ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut menghadiri gelaran Tokoh Perubahan Republika ke-14, Rabu (24/4). Ia mengatakan bahwa Indonesia sangat membutuhkan satu kesatuan berpikir untuk merajut Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Memang baru saja kita mengalami kontestasi dan kompetisi, tapi ini adalah suatu hal yang alamiah. Negara ini butuh sekali suatu kesatuan berpikir untuk bangsa ke depan,” kata Budi kepada Republika.co.id di Ballroom Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4) malam.

Budi mengatakan, Tokoh Perubahan Republika merupakan acara yang menarik. Ia memandang Republika telah memberikan contoh kepada masyarakat untuk selalu mengangkat dan menghargai para tokoh anak-anak bangsa yang menginspirasi banyak orang.

Menurut dia, kerap kali tokoh-tokoh bangsa yang kerap membawa perubahan terlupakan. Ia berpendapat, pemberian penghargaan pun akan memacu masyarakat luas untuk saling bahu-membahu memberikan manfaat untuk Indonesia.

Budi mengatakan, para tokoh yang mendapatkan penghargaan Tokoh Perubahan Republika memiliki karakter masing-masing. Mereka dianggap memiliki kreativitas yang tinggi serta kepandaian untuk menjadi insan terdepan dan menjadi contoh masyarakat Indonesia.

Republika memberikan anugerah Tokoh Perubahan 2018 kepada Rustamadji, Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah, Sorong, Papua Barat; Bahlil Lahadalia, Ketua Hipmi; ustaz HM Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Yogyakarta; Yenny Wahid, Pendiri The Wahid Foundation, serta Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA