Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

TKD Jatim Hormati BPP Prabowo-Sandi Akui Kekalahan Tipis

Jumat 26 Apr 2019 15:21 WIB

Red: Andri Saubani

Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
BPP Prabowo-Sandi sebelumnya tak menerangkan persentase kekalahan di Jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Joko Widodo-KH Maruf Amin menghormati sikap Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jatim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengakui kekalahan tipis di Jawa Timur (Jatim). Namun, BPP Prabowo-Sandi sebelumnya tak menerangkan persentase kekalahan di Jatim.

"Inilah kedewasaan berdomokrasi dan kami sangat mengapresiasinya," ujar ketua TKD Jatim Machfud Arifin kepada wartawan di Surabaya, Jumat (26/4).

Baca Juga

Menurut dia, pengakuan tersebut merupakan teladan yang sangat baik kepada masyarakat dengan mengakui hasil pemilihan presiden yang berlangsung pada 17 April 2019. Disinggung klaim BPP Prabowo-Sandi yang hanya mengakui kalah tipis di Jawa Timur, mantan Kapolda Jatim tersebut enggan memperdebatkannya, meski sesuai hitungan real count internalnya berkisar antara 65 persen dan 35 persen.

"Silakan mau dibilang tipis selisihnya atau tidak, yang jelas kami menghormatinya," ucap pensiunan jenderal bintang dua tersebut.

Pihaknya juga mengajak seluruh pihak menunggu hasil penghitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini sedang tahap proses. "Mari sama-sama menunggu hingga penetapan resmi dari KPU, dan tidak bertindak di luar koridor konstitusi," kata Machfud Arifin.

Pada Kamis (25/4), BPP Prabowo-Sandi di Jatim menggelar konferensi pers mengakui kalah tipis di wilayah setempat. "Jangan tanya berapa persentasenya. Kami kalah tipis, tapi kalau terus memverifikasinya bisa menang," kata Ketua BPP Prabowo-Sandi Jatim Soepriyatno.

BPP Prabowo-Sandi Jatim, kata dia, belum bisa mempersentasekan rekapitulasi suara versi real count dari kalangan internal, karena banyak formulir C-1 yang dikumpulkan para saksi di berbagai daerah kabupaten/kota belum sampai. "Di beberapa tempat pemungutan suara di berbagai daerah wilayah Jatim masih dilakukan pemungutan suara ulang sehingga banyak data C-1 belum sampai," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA