Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Anies Sebut Banjir Jakarta Harus Diatasi dengan Solusi Hulu

Jumat 26 Apr 2019 20:01 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah anak bermain air banjir yang merendam kawasan permukiman penduduk Cililitan Kecil, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Sejumlah anak bermain air banjir yang merendam kawasan permukiman penduduk Cililitan Kecil, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Foto: Antara/Risky Andrianto
Dibutuhkan setidaknya empat waduk di pinggiran Jakarta untuk menahan banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, dibutuhkan upaya di hulu untuk mengatasi banjir Jakarta. Menurutnya, perlu ada waduk yang bisa mengendalikan air dari hulu yang masuk ke Jakarta.

"Yang justru diperlukan adalah solusi di hulu masalahya. Jangan solusinya hanya sekedar gejalanya. Gejalanya adalah air naik di Jakarta. Tapi sumber masalahnya adalah karena air yang di hulu datang ke Jakarta tidak dikendalikan," ujar Anies saat meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Jumat (26/4) sore.

Menurut dia, membereskan permasalahan banjir harus di hulunya. Apabila tidak dikendalikan air di hulunya maka nanti volume air yang mengalir ke Jakarta meningkat karena tidak terkendali dan menyebabkan banjir.

"Karena kalau kita hanya membereskan di Jakarta tidak ada artinya. Mengapa? Karena nanti kita akan berhadapan dengan permukaan laut yang lebih tinggi dari pada permukaan air sungai," katanya.

Sehingga, kata Anies, harus membangun lebih banyak waduk untuk menahan air sebelum masuk ke Ibu Kota. Pemprov DKI saat ini menunggu pembangunan dua waduk di Kabupaten Bogor yakni Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi untuk solusi banjir di Jakarta yang ditargetkan rampung pada Desember 2019 ini.

Dua waduk itu bisa menahan air yang masuk ke Jakarta sebesar 30 persen. Upaya menahan air 30 persen saja bisa signifikan mencegah banjir. Ia melanjutkan, diperlukan tiga atau empat waduk agar Ibu Kota tak banjir.

"Jadi dua bendungan itu menurunkan 30 persen dan dua itu saja sudah signifikan. Jadi mungkin akan diperlukan tiga atau empat kalinya," imbuh Anies.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA