Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Bawaslu: Meninggalnya Petugas Berpengaruh Secara Psikologis

Jumat 26 Apr 2019 23:34 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Andri Saubani

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin usai meninjau sejumlah TPS di Tangerang Selatan, Rabu (17/4).

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin usai meninjau sejumlah TPS di Tangerang Selatan, Rabu (17/4).

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Bawaslu mengumumkan 55 pengawas pemilu meninggal dunia saat bertugas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochammad Afifuddin, mengakui, banyak penyelenggara pemilu yang meninggal dan sakit saat bertugas berpengaruh secara psikologis. Meskipun dampak terhadap kinerja tidak siginifikan, kata dia, secara psikologis berpengaruh terhadap penyelenggara secara keseluruhan.

"Yang paling terasa psikologis teman-teman kelelahan, tidak pernah terpikirkan hingga merenggut nyawa," ujar Afif di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Afif mengatakan, secara psikologis, pihaknya berduka dan berempati terhadap korban. Namun, dia menegaskan, Bawaslu dan jajarannya akan terus mengawasi pemilu secara konsekuen dan transparan. Menurut dia, menjalankan tugas sebaik-baiknyanya merupakan salah satu penghormatan Bawaslu terhadap pahlawan demokrasi yang meninggal dunia.

"Kita mendoakan para pahlawan demokrasi kita sambil melanjutkan tugas yang belum selesai, itu yang paling baik yang bisa kita lakukan. Ada pun hal terkait bagaimana mengantisipasi hal ini enggak terjadi lagi, nanti ada forumnya," tambahnya.

Sebelumnya, Afif mengatakan ada 55 pengawas pemilu yang meninggal dunia saat bertugas. Jumlah ini berdasarkan pendataan Bawaslu pada Jumat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA