Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

TKN: Jangan Bicara Curang, tanpa Bukti

Jumat 26 Apr 2019 22:07 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Mimi Kartika
TKN menilai pemilu berjalan dengan baik, tanpa ada kecurangan masif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin meminta seluruh pihak untuk tidak asal menyebut ada kecurangan pemilu tanpa data dan bukti yang kuat untuk dilaporkan. TKN meminta semua dugaan kecurangan pemilu disampaikan ke otoritas terkait.

"Jangan asal 'cuap-cuap' di media. Semua kecurangan diberikan saluran pengaduan berjenjang, ke Bawaslu lalu di MK, tapi lengkapi dengan bukti-bukti yang kuat," kata Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, di Jakarta, Jumat (26/4).

Ia mengatakan, pihak yang terus menggembar-gemborkan kecurangan tanpa disertai bukti dan langkah pengaduan melalui mekanisme sah adalah kelompok yang berupaya mendelegitimasi pemilu.

TKN sendiri sejauh ini telah memperkenalkan semacam war room untuk pemantauan penghitungan suara pemilu, sebagai pembanding data KPU dan hitung cepat lembaga survei.

Dari hasil olah data ini, kata dia, TKN bisa menarik kesimpulan bahwa Pemilu 2019 telah berjalan tanpa kecurangan yang masif.

Direktur Komunikasi Politik TKN,Usman Kansong,menyatakan, TKN berkomitmen secara rutin memperbaharui data penghitungan suara dari war roomTKN dan mempublikasikan kepada publik. Ia mendorong Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi melakukan hal serupa secara transparan.

"Makanya kami mendorong BPN membuka pusat tabulasi mereka kalau memang sudah ada. Karena kabar terakhirnya mereka baru meminta Salinan C1. Jangan-jangan baru mau dibentuk," ujar Kansong.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA