Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Situng KPU: Jokowi-Maruf Sementara Unggul 8,5 Juta Suara

Ahad 28 Apr 2019 01:31 WIB

Red: Andri Saubani

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersama calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kanan) saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersama calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kanan) saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Jokowi-Maruf meraih 37.640.022 suara, Prabowo-Sandi mendapatkan 29.012.945 suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) mencatat pasangan calon Presiden-Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin sementara unggul 8.537.077 suara dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Laman resmi www.pemilu2019.kpu.go.id di Jakarta, Sabtu pukul 23.15 WIB, merekapitulasi Jokowi-Maruf meraih 37.640.022 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 29.012.945 suara.

Baca Juga

Dari data yang diinput ke dalam Situng KPU tercatat raihan suara Jokowi-Maruf mencapai 56,40 persen berbanding 43,60 persen bagi Prabowo-Sandiaga dengan jumlah suara yang masuk mencapai 43,6 persen. Progres data suara yang telah masuk berdasarkan tempat pemungutan suara (TPS) yakni 355.301 dari jumlah total 813.350 TPS.

Paslon nomor urut 01 itu unggul pada 21 provinsi dan luar negeri, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga menang pada 13 provinsi. Situng bisa diakses secara bebas melalui laman pemilu2019.kpu.go.id dengan penghitungan suara dimutakhirkan secara berkala.

Sumber data yang dimasukkan ke Situng adalah formulir C1 atau hasil penghitungan tiap TPS yang dipindai dan diunggah ke sistem. Penghitungan suara pada Situng KPU yang seringkali disebut dengan real count KPU itu merupakan bentuk transparansi bagi masyarakat untuk turut memantau proses pemilu.

Walaupun demikian, data pada Situng KPU tidak akan menjadi hasil resmi perolehan suara akhir. Penetapan rekapitulasi suara akhir tetap dilakukan berdasarkan penghitungan manual berjenjang dari kecamatan, kota/kabupaten, provinsi, kemudian nasional.

Penghitungan manual di tingkat nasional sesuai jadwal semestinya telah dilakukan sejak Kamis (25/4). Namun, KPU menyatakan belum bisa memulai karena masih menunggu rekapitulasi dari provinsi.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA