Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Ketinggian Air di Pintu Manggarai Berangsur Turun

Senin 29 Apr 2019 02:44 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bayu Hermawan

Pintu air manggarai (ilustrasi)

Pintu air manggarai (ilustrasi)

Foto: Republika/Nugroho Habibi
Ketinggaian air di Pintu Air Manggarai saat ini berada pada status normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas operasi pintu air Manggarai, Djamali mengatakan ketinggian di pintu air tersebut telah berangsur surut dengan ketinggian saat ini mencapai 690 cm. Status pintu air Manggarai saat ini, per pukul 01.00 WIB, yakni siaga 4 alias normal.

Baca Juga

"Di Bendungan Katulampa Bogor juga masih normal dengan ketinggian 30 cm. Sedangkan di Pos Pemantau Jembatan Panus Depok itu juga normal di 140 cm. Tiga titik semuanya normal," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Senin (29/4).

Menurut Djamali, hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah Jakarta pada Ahad (28/4) ini tidak membuat debit air di pintu air Manggarai meningkat signifikan seperti beberapa hari lalu. Sebab kondisi Bendungan Katulampa Bogor berstatus normal.

"Kalau yang saya amati, banjir kiriman itu dampaknya lebih besar daripada hujan lokal. Kalau di Jakarta hujan lokal, kemungkinan memang naik tapi akan cepat surut. Berbeda kalau di Bogor hujan atau banjir kiriman, itu bisa agak lama (surutnya)," katanya.

Untuk diketahui, batas normal ketinggian air atau siaga 4 di pintu air Manggarai yaitu di bawah 750 cm. Sedangkan di Pos Pemantau Jembatan Panus Depok di bawah 200 cm, dan Bendungan Katulampa Bogor 80 cm ke bawah. "Kalau melihat kondisi sekarang, 3 titik itu aman, jadi kemungkinan untuk besok terpantau normal," kata dia.

Djamali mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi setiap jam dengan pihak petugas di Bendungan Katulampa dan Pos Pemantau Jembatan Panus Depok. Dalam kondisi darurat, koordinasi dilakukan setiap 15 menit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA