Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Bara: Apa yang Saya Lakukan demi Akal Sehat

Senin 29 Apr 2019 17:40 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Bara Hasibuan

Bara Hasibuan

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Bara mengaku memahami betul pondasi awal PAN saat didirikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan angkat bicara terkait adanya petisi yang mendesak dirinya untuk dipecat dari Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, apa yang dilakukannya demi PAN.

"Saya merasa apa yang saya lakukan selama ini benar karena itu adalah demi akal sehat, demi wisdom, kebajikan, demi kepatutan, demi kewajaran yang harus betul-betul kita kokohkan di dalam PAN,  saya juga melakukan itu semua untuk memperkuat soul jiwa dari partai ini," kata Bara di Jakarta, Senin (29/4).

Baca Juga

Sebagai salah satu tokoh yang ikut mendirikan PAN, Bara mengaku memahami betul pondasi awal partai berlambang matahari tersebut didirikan. Ia justru meminta kepada semua pihak yang mendesak agar dirinya dipecat untuk belajar lagi tentang sejarah didirikannya PAN.

"Mereka harus memahami kenapa partai ini didirikan, mengerti betul ada perspektif historis yang utuh baru mereka bisa minta saya untuk dipecat. Selama mereka belum memahami partai ini secara utuh, saya minta mereka belajar dulu sejarah," ujarnya.

Terkait petisi itu, ia mengaku belum dipanggil oleh dewan kehormatan PAN sampai saat ini. Ia mengaku baru mengetahui desakan tersebut dari salinan petisi yang ia lihat.

"Surat (pemanggilan) pun belum ada sama sekali itu hanya petisi yang beredar yang saya liat copynya," tuturnya.

Sebelumnya ratusan pengurus dan kader PAN mendesak DPP PAN memecat Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan sebagai pengurus maupun kader partai. Hal tersebut dituangkan oleh 100 lebih pengurus dan kader PAN dari berbagai daerah dalam 'Petisi BPH DPP PAN untuk pemecatan Bara Hasibuan'.

"Petisi BPH DPP PAN untuk Pemecatan Bara Hasibuan sebagai Waketum PAN dan Anggota PAN karena melanggar AD/ART, PRT Partai Amanat Nasional," sebagaimana tertulis dalam petisi seperti yang diterima wartawan, Ahad (28/4).

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengaku hingga saat ini belum menerima secara resmi petisi dari 100 lebih pengurus dan kader partai yang menuntut pemecatan Wakil Ketua Umum Bara Hasibuan. Karena itu, DPP PAN belum memutuskan untuk memproses tuntusan petisi agar Bara dipecat sebagai pengurus maupun kader PAN.

"Saya belum terima petisinya," kata Eddy saat dikonfirmasi wartawan, Ahad (26/4).

Kendati demikian, Eddy memastikan DPP PAN akan meminta klarifikasi Bara Hasibuan perihal pernyataan Bara yang dinilai bertentangan dengan kebijakan partai. Sebab, pernyataan itu juga yang memunculkan dinamika di internal PAN, termasuk munculnya petisi pemecatan Bara tersebut.

"Yang bersangkutan tentu akan kita panggil untuk dimintai klarifikasinya," ujar Eddy. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA