Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Jelang Ramadhan, Harga Pangan Relatif Stabil di Banten

Senin 29 Apr 2019 19:58 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Andi Nur Aminah

Gubernur Banten Wahidin Halim saat melakukan sidak harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan di Pasar Rau, Senin, (29/4).

Gubernur Banten Wahidin Halim saat melakukan sidak harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan di Pasar Rau, Senin, (29/4).

Foto: Dok Pemprov Banten
Gubernur Banten menyatakan kondisi ketersediaan bahan pangan aman dan harga stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Rau, Kota Serang. Itu dilakukan guna mengetahui kondisi ketersediaan dan harga bahan pangan di Provinsi Banten menjelang bulan suci Ramadhan.

Baca Juga

Dari hasil sidak yang dilakukan, Gubernur Banten menyatakan kondisi ketersediaan bahan pangan saat ini aman dan harganya juga stabil. "Harga bahan pangan tadi sudah dicek di area dalam dan luar pasar relatif stabil. Adapun yang fluktuatif karena kan kemarin musim hujan, bahkan beras sampai turun Rp 1.500, jadi saya lihat masih terjaga stabilitas kebutuhan pokok," tutur Gubernur saat ditanyai awak media usai sidak di Pasar Riau, Senin, (29/4).

Didampingi Kapolda Banten Wakil Wali Kota Serang dan sejumlah pejabat Pemprov Banten, Gubernur mengitari bagian dalam pasar Rau dan menanyai hampir setiap pedagang yang dilintasinya. Kepada pedagang beras, emas, baju, sarung, minyak, bawang, cabai, telur, daging, buah-buahan, dan lainnya, Gubernur menanyakan ketersediaan barang, kondisi harga, hingga siklus penjualan menjelang bulan Ramadhan.

Menurut Gubernur, harga daging terpantau stabil pada harga Rp 110 ribu per kilogram, sama seperti hari lainnya. Meskipun terjadi kenaikan harga pada telur curah, menurut dia hal tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen, khususnya menjelang bulan Ramadhan. Namun, Wahidin memastikan akan terus memantau pergerakan harga telur agar tidak melambung tinggi.

"Kalau pasar, misalkan supply and demand itu ketika permintaan tinggi otomatis naik. Menjelang puasa, ini memang telur relatif kita akan pantau terus jangan sampai nanti terlampau melambung. Tadi cabai stabil, bawang putih sedikit naik, makanya pemerintah nanti bisa intervensi," tuturnya.

Setelah melakukan pemantauan di Pasar ini, besok Gubernur akan melakukan rapat koordinasi pengendalian harga bahan pokok di Pendopo Gubernur, Kota Serang. Dalam rapat akan dibahas sejumlah bahan pangan yang mengalami kenaikan agar diketahui penyebabnya dan upaya pengendalian yang dapat dilakukan. "Termasuk kasus bawang putih, nah, itu nyangkutnya di mana, besok kita bahas di rapat," ujarnya

Gubernur mengatakan, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan sejumlah upaya pengendalian, di antaranya operasi pasar, intervensi pasar dan menelusuri kemungkinan adanya penimbunan, spekulator nakal dan kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat mengganggu stabilitas harga. Upaya lainnya juga termasuk bekerja sama dengan Bulog.

Terkait kondisi Pasar Rau, Gubernur berharap Wakil Wali Kota Serang dapat berkoordinasi dengan pihak swasta yang mengelola Pasar Rau. Wali Kota Serang dimintanya untuk lebih memperhatikan fasilitas dan kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar.

Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir yang mengikuti sidak ini menambahkan, nanti pihaknya akan melakukan pengecekan ke gudang-gudang penyimpanan untuk mengetahui pergerakan bahan-bahan pokok. "Sementara ini yang naik baru satu item, yaitu bawang putih. Kalau cabai, ini lagi kita diskusikan, rencananya besok kita ada intervensi buat bawang putih bersama Bulog ada operasi pasar. Mudah-mudahan setelah itu stabil," ujar Kapolda.

Mengenai antisipasi penimbunan, Kapolda menyatakan, pengecekan jalur distribusi bawang putih dan bahan pokok lainnya yang terpantau melonjak sudah dimulai pada hari ini. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA