Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

ACT: Korban Banjir Sigi Mulai Menderita Berbagai Penyakit

Selasa 30 Apr 2019 20:01 WIB

Red: Ratna Puspita

Seorang warga korban banjir bandang tertidur di timbunan lumpur di rumahnya di Desa Bangga, Dolo Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (29/4/2019).

Seorang warga korban banjir bandang tertidur di timbunan lumpur di rumahnya di Desa Bangga, Dolo Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (29/4/2019).

Foto: Antara/Basri Marzuki
Penyakit itu antara lain seperti gatal-gatal, batuk dan demam, serta hipertensi.

REPUBLIKA.CO.ID, SIGI -- Tim kesehatan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan korban banjir di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, mulai menderita berbagai penyakit. Penyakit itu antara lain seperti gatal-gatal, batuk dan demam, serta hipertensi.

Baca Juga

"Saat survei ke tenda-tenda pengungsian, anak-anak, dan orang tua mulai menderita penyakit gatal-gatal," ucap salah seorang tim kesehatan/media relawan ACT, Jihan Pratiwi, di Desa Bangga, Selasa (30/4).

Jihan mengatakan, anak-anak terdampak bencana banjir juga mulai menderita batuk-batuk dan demam. Sementara orang tua, yakni bapak-bapak dan ibu-ibu, di tenda pengungsian mulai menderita penyakit gatal-gatal.

Kemudian, ada juga orang-orang tua yang mulai hipertensi, karena beban fikiran, dikarenakan tertimpa bencana banjir. "Banyak fikiran dan tekanan darah sudah mulai naik. Untuk ibu-ibunya banyak butuh obat salep untuk penyakit gatal-gatal," sebut Jihan.

Pihak ACT menyebut, berdasarkan survei, warga menderita penyakit gatal-gatal dikarenakan mandi di sungai yang airnya kotor. Kemudian, mengonsumsi mi instan, telur dan ikan asin.

"Mereka mandi di sungai karena tidak ada air bersih, tidak ada penampungan air. Mereka juga mengonsumsi mi instan dan telur serta ikan asing, tadi keluhan ibu-ibunya seperti itu," ujar Jihan.

Sementara warga menderita batuk karena dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu. Tim Kesehatan ACT telah memeriksa 20 warga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak korban banjir menderita penyakit batuk dan demam.

"Untuk orang tua yang mengalami hipertensi sekitar 5 - 6 orang, dan gatal-gatal. Orang tua mayoritas gatal-gatal," sebut Jihan.

Tim Kesehatan ACT melakukan pelayanan kesehatan di lokasi terdampak bencana secara mobile. Jihan Pratiwi mengakui bahwa, ACT menurunkan dokter, dan bidan. Namun, telah menurunkan perawat dan menyediakan stock obat-obatan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA