Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Tol Cijago Seksi II akan Dioperasikan Akhir Mei Ini

Selasa 30 Apr 2019 23:10 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto

Suasana Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Suasana Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II di Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Proses pembebasan lahan sempat menjadi kendala terbesar.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II sudah tersambung dengan Seksi I yang sudah beroperasi terlebih dahulu. Rencananya, Jalan Tol Cijago Seksi II akan dioperasikan pada akhir Mei 2019.

"Kami berharap sebelum Lebaran pada Juni 2019, Jalan Tol Cijago Seksi II sudah dapat digunakan," ujar pengelola Jalan Tol Cijago, PT Translingkar Kita Jaya, Hilman Muchsin, di Depok, Senin (29/4).

Hilman mengutarakan, untuk tarif Jalan Tol Cijago Seksi II telah ditetapkan Rp 1.300 per kilometer. Sedangkan untuk Jalan Tol Cijago Seksi I sebesar Rp 1.000 per kilometer. "Ada dua pintu keluar dan masuk tol Cijago Seksi II, yakni di Margonda dan Kukusan," jelas dia.

Pembangunan Jalan Tol Cijago Seksi II memiliki panjang 5,5 kilometer yang menghubungkan Jalan Raya Bogor hingga Kukusan. "Seksi II terbagi dua seksi yakni Seksi 2A Cisalak-Margonda sepanjang 3,5 kilometer dan Seksi 2B Margonda-Kukusan sepanjang dua kilometer yang progres pembangunannya sudah mencapai 99 persen," terang Hilman.

Menurut Hilman, ada banyak masalah saat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Cijago Seksi II, yakni kendala pembebasan lahan dan masalah gangguan keamanan. "Harusnya, target sudah dapat dioperasikan April 2019. Tapi, pembangunan masih kurang satu persen lagi, jadi masih dikerjakan dan memasuki tahap finishing," jelasnya.

Hilman melanjutkan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Cijago Seksi II merupakan kendala terbesar yang memakan waktu lebih dari delapan tahun, yakni mulai 2010 hingga 2018. "Ada sedikit masalah soal gangguan keamanan, tapi pihak Polres Depok sudah melakulan pengamanan," ungkap dia.

Proyek Tol Cijago terbagi ke dalam tiga seksi sepanjang 14,7 kilometer. Seksi I Jagorawi-Jalan Raya Bogor sepanjang 3,7 kilometer telah beroperasi sejak 2012. Tol Cijago akan tersambung dengan jalan Tol Depok-Antasari (Desari) yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2020.

"Kami berharap pembebasan lahan tidak menjadi masalah untuk menyelesaikan Jalan Tol Cijago Seksi III yang dimulai dari Kukusan hingga Cinere sepanjang 5,5 kilometer. Kami mulai membebaskan lahan dan melakukan pekerjaan untuk proyek Jalan Tol Cijago seksi III, mudah-mudahan bisa berjalan lancar," harap Hilman.

Kapolres Depok Kombes Pol Didik Sugiarto menegaskan akan mengamankan seluruh pelaksanaan proyek pembangunan Jalan Tol Cijago dan Tol Desari dari gangguan oknum masyarakat dan preman yang mengaku-ngaku sebagai ahli waris lahan tanpa bukti-bukti yang kuat.

"Jangan ada oknum masyarakat dan preman yang menghalang-halangi pelaksanaan pembangunan proyek Jalan Tol Cijago dan Desari, pasti akan kami amankan. Jika ada persoalan, tempuh dengan prosedur dan jalur hukum," kata Didik.

Polres Depok telah menangkap 20 orang yang diduga mengintimidasi pekerja proyek Tol Cijago Seksi II saat akan melakukan pekerjaan pembangunan di Komplek Pelni, Bakti Jaya, Sukmajaya, Kota Depok. "Mereka mengaku pemilik lahan, tidak ada bukti terpaksa kami tangkap," jelas Didik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA